Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Insiden terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa memunculkan sejumlah dugaan terkait penyebab kecelakaan.   KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumpang rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak saat berlayar di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.  Akibatnya, sebanyak enam orang meninggal dunia dalam kecelakaan Kapal Virgo di perairan Masalembo, Laut Jawa.  Hingga Rabu (16/9/2026) ini, sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Proses evakuasi korban terbaliknya KM Virgo pun masih terus dilakukan Tim SAR Gabungan.  Mengenai penyebab terbaliknya kapal Virgo, Pakar menyoroti dua kemungkinan.  Pakar Hidrodinamika Prof Ir Ketut Aria Pria Utama MSc PhD dari Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menduga, adanya air yang masuk ke dalam kapal kemungkinan bisa menjadi penyebab insiden Kapal Virgo.   Selain itu, muatan kendaraan yang bergeser turut mengganggu keseimbangan kapal.  “Dari sudut pandang hidrodinamika kapal itu paling tidak ada dua hal yang perlu diperhatikan begitu. Jadi kapal sampai terbalik berarti yang kita sebut stabilitasnya itu gagal atau runtuh begitu,” ucapnya dalam Program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu.  Baca juga: Kerahkan Kapal Tercanggih, SAR Banjarmasin Akui Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 Sulit  Menurutnya, salah satu hal yang perlu ditelusuri adalah kemungkinan masuknya air ke dalam kapal meski tidak ditemukan kebocoran.  “Nah, hal ini dimungkinkan oleh paling tidak ada dua hal. Kalau tadi dikatakan tidak ada kebocoran, tapi ada kemungkinan air itu masuk ke dalam kapal,” imbuhnya.  Namun, masuknya air ke dalam kapal menjadi salah satu hal yang perlu diselidiki dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.   “Nah, bagaimana dia bisa masuk itu? Nah, itu yang harus kita selidiki. Ini tugas KNKT. Di banyak kasus kecelakaan kapal di Indonesia yang pernah saya pelajari dari report KNKT, salah satunya adalah pintu rampa entah itu tidak tertutup atau tidak kedap.”  “Itu memungkinkan terus masuk. Kemudian ada bukaan-bukaan tertentu di dek itu di geladak kendaraan yang seharusnya tertutup itu masih terbuka air kemudian masuk ke sana karena continuous begitu,” jelas Pakar Hidrodinamika ITS itu.  KECELAKAAN KAPAL – Video pantauan udara dari helikopter HR-3601 Basarnas menunjukkan kondisi kapal KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan Laut Jawa diduga karena cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) dini hari. KECELAKAAN KAPAL – Video pantauan udara dari helikopter HR-3601 Basarnas menunjukkan kondisi kapal KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan Laut Jawa diduga karena cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) dini hari. (HO/IST/Basarnas)  Menurutnya, masuknya air dalam jumlah banyak dapat menggenangi ruang mesin dan memengaruhi stabilitas kapal.  “Jadi, seperti kalau truk tangki itu tidak diisi penuh, dia goyang, dia bisa terguling begitu,” ucapnya.   Ia lantas menyoroti waktu kejadian yang berlangsung cukup cepat.  Kemungkinan Muatan Bergerak  Penyebab kedua, yakni kemungkinan besar berkaitan dengan muatan kapal yang mengangkut kendaraan dalam jumlah cukup banyak.   “Nah, penyebab kedua kemungkinan besar adalah bahwa kapal ini kan mengangkut kendaraan.”  “Saya membaca laporan bahwa jumlah kendaraan diangkut itu cukup banyak, begitu,” jelas Ketut Aria Pria.  Ia pun menduga, kendaraan yang diangkut tidak diikat atau di-lashing dengan sempurna sehingga berpotensi bergeser saat kapal menghadapi gelombang.  “Pergeseran menyebabkan keseimbangan kapal terganggu,” imbuhnya.   Dikatakannya, arah pergeseran muatan dapat menentukan seberapa cepat keseimbangan kapal terganggu hingga terbalik.   “Nah, tinggal ke arah mana dia bergeser kemudian dia menjadi cepat terbalik.”  “Apalagi ada dua kejadian, ada air masuk begitu. Kemudian ada ruang di bawah dek terbuka. Lalu ada pergeseran. Nah, itu yang akhirnya bisa mempercepat.”  “Sementara saya melihat dua itu karena tidak ada kebocoran, kapal tidak menabrak sesuatu,” terang Ketut Aria Pria lagi.  DPR Desak Kemenhub Investigasi Menyeluruh  Sementara itu, dalam hal ini, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera melakukan investigasi secara menyeluruh atas insiden KM Virgo.  Danang menilai penyelidikan secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.  Menurutnya, investigasi juga diperlukan untuk memastikan kepatuhan operator maupun otoritas terkait terhadap seluruh standar keselamatan pelayaran.  “Kemenhub harus melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Jangan sampai ada aspek keselamatan yang terabaikan,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (15/9/2026).  Selain menyelidiki penyebab kecelakaan, Danang meminta Kementerian Perhubungan melakukan audit ketat terhadap seluruh dokumen kelayakan kapal.  Ia secara khusus menyoroti dokumen yang diterbitkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), sekaligus meminta legalitas serta proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) oleh Syahbandar turut diperiksa.  Danang juga menyoroti informasi mengenai usia KM Virgo Transport 8 yang disebut sudah cukup tua.   Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi Kemenhub untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi laut nasional, termasuk mengkaji kembali pembatasan usia kapal. INSIDEN KM VIRGO – Helikopter Polri dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang dalam kondisi terbalik di laut Jawa pada Senin (14/9/2026). INSIDEN KM VIRGO – Helikopter Polri dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang dalam kondisi terbalik di Laut Jawa pada Senin (14/9/2026). (HO/IST/Polri)  Baca juga: Korban KM Virgo Dengar Ada Suara Seperti Besi Patah sebelum Kapal Terbalik, Rinto: Saya Kira Biasa  Ia menambahkan, evaluasi keselamatan pelayaran tidak seharusnya hanya dilakukan terhadap kasus KM Virgo Transport 8, tetapi juga perlu mencakup aspek keselamatan kapal yang lebih luas.  Sebagai informasi, kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi pada Minggu (13/9/2026) dini hari.  Kapal sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan membawa 243 orang yang terdiri atas 30 kru dan 213 penumpang.  Saat berlayar, kapal dilaporkan mengalami kecelakaan setelah dihantam gelombang dengan ketinggian lebih dari tiga meter.   Adapun lokasi kejadian berada di sekitar koordinat 4°31’51.82″S 114°2’6.88″E atau sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.  Hingga kini, sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.  Sementara itu, 6 orang meninggal dunia.   Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia dikerahkan untuk membantu pencarian dan proses identifikasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.  Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengatakan Tim DVI bekerja sama dengan Basarnas dan instansi terkait dalam proses identifikasi korban.  “Teman-teman DVI di Surabaya dan Banjarmasin telah membuka posko Post Mortem,” katanya, Selasa.  (Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Gilang P, Fersianus Waku)

Insiden terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa memunculkan sejumlah dugaan terkait penyebab kecelakaan. KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumpang rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak saat berlayar di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Akibatnya, sebanyak enam orang meninggal dunia dalam kecelakaan Kapal Virgo di perairan Masalembo, Laut Jawa. Hingga Rabu (16/9/2026) ini, sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Proses evakuasi korban terbaliknya KM Virgo pun masih terus dilakukan Tim SAR Gabungan. Mengenai penyebab terbaliknya kapal Virgo, Pakar menyoroti dua kemungkinan. Pakar Hidrodinamika Prof Ir Ketut Aria Pria Utama MSc PhD dari Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menduga, adanya air yang masuk ke dalam kapal kemungkinan bisa menjadi penyebab insiden Kapal Virgo. Selain itu, muatan kendaraan yang bergeser turut mengganggu keseimbangan kapal. “Dari sudut pandang hidrodinamika kapal itu paling tidak ada dua hal yang perlu diperhatikan begitu. Jadi kapal sampai terbalik berarti yang kita sebut stabilitasnya itu gagal atau runtuh begitu,” ucapnya dalam Program Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu. Baca juga: Kerahkan Kapal Tercanggih, SAR Banjarmasin Akui Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 Sulit Menurutnya, salah satu hal yang perlu ditelusuri adalah kemungkinan masuknya air ke dalam kapal meski tidak ditemukan kebocoran. “Nah, hal ini dimungkinkan oleh paling tidak ada dua hal. Kalau tadi dikatakan tidak ada kebocoran, tapi ada kemungkinan air itu masuk ke dalam kapal,” imbuhnya. Namun, masuknya air ke dalam kapal menjadi salah satu hal yang perlu diselidiki dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8. “Nah, bagaimana dia bisa masuk itu? Nah, itu yang harus kita selidiki. Ini tugas KNKT. Di banyak kasus kecelakaan kapal di Indonesia yang pernah saya pelajari dari report KNKT, salah satunya adalah pintu rampa entah itu tidak tertutup atau tidak kedap.” “Itu memungkinkan terus masuk. Kemudian ada bukaan-bukaan tertentu di dek itu di geladak kendaraan yang seharusnya tertutup itu masih terbuka air kemudian masuk ke sana karena continuous begitu,” jelas Pakar Hidrodinamika ITS itu. KECELAKAAN KAPAL – Video pantauan udara dari helikopter HR-3601 Basarnas menunjukkan kondisi kapal KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan Laut Jawa diduga karena cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) dini hari. KECELAKAAN KAPAL – Video pantauan udara dari helikopter HR-3601 Basarnas menunjukkan kondisi kapal KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di wilayah perairan Laut Jawa diduga karena cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) dini hari. (HO/IST/Basarnas) Menurutnya, masuknya air dalam jumlah banyak dapat menggenangi ruang mesin dan memengaruhi stabilitas kapal. “Jadi, seperti kalau truk tangki itu tidak diisi penuh, dia goyang, dia bisa terguling begitu,” ucapnya. Ia lantas menyoroti waktu kejadian yang berlangsung cukup cepat. Kemungkinan Muatan Bergerak Penyebab kedua, yakni kemungkinan besar berkaitan dengan muatan kapal yang mengangkut kendaraan dalam jumlah cukup banyak. “Nah, penyebab kedua kemungkinan besar adalah bahwa kapal ini kan mengangkut kendaraan.” “Saya membaca laporan bahwa jumlah kendaraan diangkut itu cukup banyak, begitu,” jelas Ketut Aria Pria. Ia pun menduga, kendaraan yang diangkut tidak diikat atau di-lashing dengan sempurna sehingga berpotensi bergeser saat kapal menghadapi gelombang. “Pergeseran menyebabkan keseimbangan kapal terganggu,” imbuhnya. Dikatakannya, arah pergeseran muatan dapat menentukan seberapa cepat keseimbangan kapal terganggu hingga terbalik. “Nah, tinggal ke arah mana dia bergeser kemudian dia menjadi cepat terbalik.” “Apalagi ada dua kejadian, ada air masuk begitu. Kemudian ada ruang di bawah dek terbuka. Lalu ada pergeseran. Nah, itu yang akhirnya bisa mempercepat.” “Sementara saya melihat dua itu karena tidak ada kebocoran, kapal tidak menabrak sesuatu,” terang Ketut Aria Pria lagi. DPR Desak Kemenhub Investigasi Menyeluruh Sementara itu, dalam hal ini, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera melakukan investigasi secara menyeluruh atas insiden KM Virgo. Danang menilai penyelidikan secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Menurutnya, investigasi juga diperlukan untuk memastikan kepatuhan operator maupun otoritas terkait terhadap seluruh standar keselamatan pelayaran. “Kemenhub harus melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Jangan sampai ada aspek keselamatan yang terabaikan,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (15/9/2026). Selain menyelidiki penyebab kecelakaan, Danang meminta Kementerian Perhubungan melakukan audit ketat terhadap seluruh dokumen kelayakan kapal. Ia secara khusus menyoroti dokumen yang diterbitkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), sekaligus meminta legalitas serta proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) oleh Syahbandar turut diperiksa. Danang juga menyoroti informasi mengenai usia KM Virgo Transport 8 yang disebut sudah cukup tua. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi Kemenhub untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi laut nasional, termasuk mengkaji kembali pembatasan usia kapal. INSIDEN KM VIRGO – Helikopter Polri dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang dalam kondisi terbalik di laut Jawa pada Senin (14/9/2026). INSIDEN KM VIRGO – Helikopter Polri dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang dalam kondisi terbalik di Laut Jawa pada Senin (14/9/2026). (HO/IST/Polri) Baca juga: Korban KM Virgo Dengar Ada Suara Seperti Besi Patah sebelum Kapal Terbalik, Rinto: Saya Kira Biasa Ia menambahkan, evaluasi keselamatan pelayaran tidak seharusnya hanya dilakukan terhadap kasus KM Virgo Transport 8, tetapi juga perlu mencakup aspek keselamatan kapal yang lebih luas. Sebagai informasi, kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kapal sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan membawa 243 orang yang terdiri atas 30 kru dan 213 penumpang. Saat berlayar, kapal dilaporkan mengalami kecelakaan setelah dihantam gelombang dengan ketinggian lebih dari tiga meter. Adapun lokasi kejadian berada di sekitar koordinat 4°31’51.82″S 114°2’6.88″E atau sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Hingga kini, sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Sementara itu, 6 orang meninggal dunia. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia dikerahkan untuk membantu pencarian dan proses identifikasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, mengatakan Tim DVI bekerja sama dengan Basarnas dan instansi terkait dalam proses identifikasi korban. “Teman-teman DVI di Surabaya dan Banjarmasin telah membuka posko Post Mortem,” katanya, Selasa. (Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Gilang P, Fersianus Waku)

Umum

Insiden terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di Laut…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.