Lima bekantan ditemukan mati setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026).
Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam melalui Kapolsek Kalumpang AKP Samsi membenarkan temuan tersebut.
“Dugaan total sementara sekitar lima ekor,” ujar Samsi dilansir dari TribunBanjarmasin, Minggu.
Baca juga: Karhutla Bisa Ancam Populasi Bekantan di Pesisir Sungai Rutas Kalsel
Jumlah Bekantan Mati Berpotensi Bertambah
Ia mengatakan, jumlah bekantan yang ditemukan mati masih dapat bertambah. Sebab, titik kebakaran berada di kawasan yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan.
“Jumlah pasti kita belum mengetahui persis,” jelas Samsi.

“Sepertinya saat kejadian terjebak satwa ini tengah berada di sekitar area lahan dan tidak sempat menyelamatkan diri,” lanjutnya.
Bekantan yang mati tersebut memiliki ukuran beragam, mulai dari kecil hingga besar.
Berdasarkan rekaman video yang dibagikan relawan, tubuh satwa dilindungi itu terlihat menghitam akibat terbakar. Beberapa di antaranya bahkan dalam kondisi tubuh mengeras.
Para relawan gabungan yang sedang berjibaku memadamkan api kemudian mengevakuasi bangkai bekantan dari lokasi kebakaran.
Baca juga: Mengenal Situs Geopark Meratus, Ada Pasar Terapung Lok Baintan dan Kawasan Stasiun Riset Bekantan
Bekantan Diduga Tak Sempat Menyelamatkan Diri
Peristiwa kebakaran terjadi di wilayah RT 2 Desa Balimau sekitar pukul 17.00 Wita. Kobaran api merambat hingga kawasan yang ditumbuhi pohon rumbia.
Saat kebakaran, bekantan diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api melanda kawasan tempatnya berada.
Samsi menyebut lokasi kebakaran merupakan area semak belukar dan pepohonan. Kondisi tersebut membuat kemungkinan jumlah bekantan yang mati masih dapat bertambah.
Pemadaman dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari Satgas Karhutla BPBD HSS, Kecamatan Kalumpang, pemerintah desa, BPK/PMK, serta TNI-Polri.
Petugas mengoperasikan mesin portabel untuk menjinakkan api. Lokasi titik api dapat dijangkau melalui akses jalan dan sungai.
“Luasan lahan terbakar sekitar satu hektar dengan kondisi cuaca panas kering disertai angin sedang,” ungkap Samsi.

















