Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Kapolda Papua Tengah Jenguk Korban Sandera Jila di Timika

×

Kapolda Papua Tengah Jenguk Korban Sandera Jila di Timika

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini turun langsung menjenguk Nemerina Wamang, satu dari sembilan korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Mimika. Nemerina berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Polri ke Timika, Senin (14/9/2026).

Nemerina kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua Tengah, Jalan Amimuga Mile 32, Timika. Kondisi fisik dan psikologis korban menjadi prioritas sebelum polisi meminta keterangan terkait penyanderaan.

Example 300x600

Kapolda mengatakan evakuasi korban bukan misi yang mudah karena kondisi cuaca di wilayah Jila tidak menentu. Kru helikopter bahkan harus melakukan beberapa kali uji penerbangan sebelum proses penjemputan dilakukan.

Baca Juga: Perempuan Disandera OPM 30 Hari Berhasil Dievakuasi di Mimika

“Puji Tuhan, hari ini kami Kepolisian berhasil membawa satu dari sembilan sandera tersebut. Korban dievakuasi dari Kampung Bela 1 ke Timika menggunakan fasilitas helikopter Polri,” ungkap Jermias kepada wartawan di rumah sakit.

Menurutnya, tim melakukan empat kali uji penerbangan untuk memastikan kondisi cuaca memungkinkan. Setelah dinilai aman, helikopter akhirnya dapat masuk ke wilayah Bela untuk mengevakuasi korban.

“Empat kali kita melakukan uji penerbangan. Kita melihat situasi cuaca, kemudian baru akhirnya bisa masuk dan mengevakuasi korban,” jelasnya.

Baca Juga: MABUK di Gel-Gel Nabire: Gerakan Baca Buku Ubah Stigma

Setibanya di Timika, Nemerina langsung mendapat penanganan medis dari tim RS Bhayangkara. Polisi belum menggali keterangan karena masih mempertimbangkan kondisi psikologis korban yang diduga mengalami trauma.

“Jadi sejauh ini kita belum bisa memberikan kesimpulan apa saja yang dialami korban. Karena kita belum bisa meminta keterangan,” tegas Jermias.

Ia mengatakan pihak rumah sakit akan memantau perkembangan kondisi fisik dan psikologis Nemerina. Proses komunikasi dengan korban nantinya juga akan melibatkan keluarga agar ia merasa lebih nyaman.

Baca Juga: Karhutla Kembali Kepung Nabire, Asap Tebal Selimuti Sejumlah Wilayah

“Kita akan libatkan keluarga dalam proses komunikasi ke korban, termasuk menggunakan bahasa daerah, agar korban merasa lebih nyaman dan dapat menceritakan apa yang dialaminya selama penyanderaan,” ujarnya.

Keterangan Nemerina diharapkan dapat membantu polisi mengetahui keberadaan korban lainnya. Informasi tersebut juga akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penyelamatan berikutnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *