Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

5 Populer Internasional: KTT BRICS di India – 3 Opsi Strategis AS Melawan Iran dan Kelemahannya

×

5 Populer Internasional: KTT BRICS di India – 3 Opsi Strategis AS Melawan Iran dan Kelemahannya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Beragam peristiwa penting mewarnai pemberitaan dunia dalam 24 jam terakhir.

Sejumlah pemimpin negara tiba di India untuk menghadiri KTT BRICS ke-18, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, Vladimir Putin, Xi Jinping, Masoud Pezeshkian, Narendra Modi, Abdel Fattah al-Sisi, dan Cyril Ramaphosa.

Example 300x600

Sementara itu, AS dinilai menghadapi dilema hadapi Iran di Selat Hormuz, yakni eskalasi militer, koalisi internasional, atau sanksi, yang semua berisiko.

Berikut rangkuman lima berita populer internasional selengkapnya.
1. Prabowo, Putin, Xi Jinping hingga Pezeshkian Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan telah tiba di India untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi.

Dikutip dari India Today, Sabtu (12/9/2026), mereka yang telah hadir antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi hingga Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

BRICS awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Keanggotaannya diperluas pada tahun 2024 dengan bergabungnya Mesir, Ethiopia, Iran, UEA, dan Arab Saudi.

Sementara Indonesia resmi bergabung pada tahun 2025.

Selain anggota penuh, terdapat 10 negara mitra yaitu Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan dan Vietnam.

Perluasan tersebut membuat BRICS memiliki cakupan ekonomi dan geopolitik yang lebih besar.

Kehadiran Xi Jinping, Putin, dan Masoud Pezeshkian jadi sorotan.

Xi Jinping dalam beberapa tahun terakhir belum bepergian ke luar negeri, Putin dan negaranya Rusia kini dalam masa perang dengan Ukraina, termasuk Pezeshkian negaranya juga masih perang melawan Amerika-Israel.

Meski KTT KTT BRICS tidak mendapat porsi besar pemberitaan media barat namun KTT ini setidaknya cakupannya lebih besar ditingkat global dibandingkan dengan Kelompok G7.

Baca selengkapnya >>>
2. Front Baru Perang Iran: Arab Saudi Tutup Jalur Pipa Utama, Houthi Rebut Pulau Mayun di Laut Merah

Konflik Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman disebut membuka front baru dalam perang Iran.

Pada Jumat (11/9/2026), Arab Saudi mengatakan mereka menutup jalur pipa utama sehari setelah diserang oleh pesawat tak berawak.

Kementerian Energi Arab Saudi menyebut penutupan itu sebagai “tindakan pencegahan.”

Sementara itu, pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran merebut sebuah pulau strategis di pintu masuk selatan Laut Merah.

Kelompok Houthi meraih kemajuan teritorial terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir di sepanjang Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran utama dunia.

Kemajuan ini dapat mendukung strategi Iran untuk menaikkan harga minyak dan gas dunia guna menekan Amerika Serikat (AS).

Dibangun pada tahun 1980-an, jalur pipa Timur-Barat telah memainkan peran penting dalam kemampuan Arab Saudi untuk mengekspor minyak setelah terganggunya Selat Hormuz selama perang Iran.

Pada awal Juni 2026, Arab Saudi telah meningkatkan ekspor minyak dari pelabuhan Laut Merah di ujung jalur pipa tersebut lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 5 juta barel per hari, menurut Badan Energi Internasional.

Baca selengkapnya >>>
3. Putin Peringatkan Pasukan NATO di Ukraina Berarti Perang dengan Rusia

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.662 pada Sabtu (12/9/2026).

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa pengerahan pasukan negara-negara NATO Eropa ke Ukraina akan dianggap sebagai perang langsung dengan Rusia.

Pernyataan itu disampaikan Putin kepada wartawan di sela-sela KTT BRICS di New Delhi, India, Jumat.

Putin menilai, rencana sejumlah negara Eropa untuk mengirim pasukan ke Ukraina justru berpotensi membawa konflik ke tahap yang lebih berbahaya.

Ia menegaskan Rusia tidak berniat mengancam negara-negara Eropa, tetapi keberadaan pasukan NATO di Ukraina dapat mengubah situasi tersebut.

“Mereka sekarang membicarakan tentang kemungkinan mengirim pasukan ke wilayah Ukraina. Ini berarti perang dengan Rusia,” kata Putin, Jumat (11/9/2026).

Putin juga kembali menyalahkan perluasan NATO ke arah timur dan upaya membawa Ukraina masuk ke dalam aliansi militer tersebut sebagai salah satu akar konflik.

Menurutnya, negara-negara Barat telah mendorong Eropa semakin dekat dengan konfrontasi langsung dengan Moskow.

Di sisi lain, Putin menilai meningkatnya dukungan terhadap partai-partai sayap kanan di Eropa menunjukkan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan para pemimpin mereka.

Baca selengkapnya >>>
4. AS Dinilai Punya 3 Opsi Strategis Melawan Iran, tapi Semua Miliki Kelemahan

Amerika Serikat menghadapi tantangan besar dalam merespons serangkaian serangan Iran di tengah konflik yang terus berlangsung.

Pakar strategi PPAU dan alumnus US Air War College, Marsma (Purn.) Agung Sasongkojati, menilai Iran memiliki kemungkinan besar menggunakan kekuatan militer secara nyata untuk menegakkan aturan di Selat Hormuz.

Menurut Agung, Selat Hormuz bukan sekadar jalur air bagi Iran, tetapi juga menjadi “kartu AS” Iran dalam menghadapi tekanan dan sanksi Barat, khususnya dari Amerika Serikat.

Korps Garda Revolusi Islam Iran, terutama unsur angkatan lautnya, disebut telah memiliki doktrin untuk menegakkan kedaulatan maritim secara agresif.

Menurut Agung, Iran tidak akan ragu melakukan berbagai tindakan apabila kapal dianggap melanggar protokol yang ditetapkan Iran.

“Dia tidak akan ragu melakukan penghentian paksa, penyitaan kapal, serangan kinetik dengan rudal atau drone jika ada yang melanggar protokol sepihak,” ujar Agung dalam dialog Kompas Petang, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, Iran dapat menggunakan dalil hukum mengenai penerapan sanksi timbal balik maupun penegakan keamanan lingkungan maritim sebagai dasar untuk melakukan tindakan militer.

Terlebih lagi, Iran saat ini berada dalam kondisi perang setelah diserang lawan sehingga Iran memiliki alasan untuk melakukan serangan balasan.

Baca selengkapnya >>>
5. China Terseret Perang Iran-AS, Citra Satelit Diduga Bantu Serangan di Pangkalan Yordania

Iran disebut menggunakan citra satelit beresolusi tinggi yang dipasok oleh entitas asal China untuk membantu serangan rudal terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania.

Dugaan tersebut muncul setelah sejumlah pejabat AS mengaitkan citra satelit yang diperoleh Iran dengan serangan rudal balistik pada Juli 2026 silam.

Adapun serangan terjadi di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, pada 17 Juli 2026. Akibat serangan tersebut, tiga tentara AS tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Informasi mengenai dugaan penggunaan citra satelit China tersebut dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ), dengan mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui persoalan tersebut.

Menurut laporan itu, Iran memperoleh citra satelit beresolusi tinggi sebelum dan setelah serangan terjadi.

Citra tersebut diduga memberikan informasi mengenai kondisi serta perubahan di sekitar lokasi yang menjadi sasaran rudal Iran.

Informasi tersebut menjadi perhatian Washington karena citra satelit beresolusi tinggi dapat memberikan gambaran mengenai suatu wilayah secara lebih detail.

Dalam konteks militer, data semacam itu berpotensi digunakan untuk mengamati fasilitas, posisi tertentu, maupun perubahan yang terjadi di sebuah lokasi.

Namun, belum ada keterangan publik yang memastikan secara rinci bagaimana citra tersebut digunakan Iran dalam merencanakan atau melaksanakan serangan.

Washington juga belum menyatakan bahwa citra satelit tersebut secara langsung menentukan titik sasaran rudal.

Meski demikian, pejabat AS menilai temuan tersebut sebagai indikasi penting mengenai kemungkinan pemanfaatan teknologi penginderaan jarak jauh China oleh Iran.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *