Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Sosok Pegawai RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Diduga Hina Pasien BPJS, Terancam Sanksi Berat

×

Sosok Pegawai RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Diduga Hina Pasien BPJS, Terancam Sanksi Berat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 Kementerian Kesehatan mengingatkan tenaga medis untuk mengedepankan empati serta komunikasi yang baik saat merespons keluhan masyarakat.

Hal tersebut tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, namun juga saat berkomunikasi di media sosial.

Example 300x600

Sikap empati merupakan bagian dari profesionalisme tenaga kesehatan.

Media sosial dihebohkan dengan komentar para tenaga medis setelah pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan menuliskan masalah kesulitan mendapat kamar rumah sakit di media sosial Threads pada Rabu (22/7/2206) lalu.

Komentar dengan kata-kata kasar serta negatif ditujukan ke Yurizal Tri Chaerawan yang berstatus pasien BPJS.

Selang seminggu kemudian, keluarga mengabarkan Yurizal Tri Chaerawan meninggal pada Jumat (31/7/2026).

Satu per satu akun yang menuliskan kalimat hujatan mendapat kecaman dari masyarakat.

Baca juga: Viral usai Tulis Komentar Tak Etis pada Pasien BPJS, Dokter RSUD IA Moeis Dinonaktifkan Sementara

Salah satu pemilik akun berinisial NZ diketahui merupakan pegawai RSUD dr Soekardjo, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Yuris org miskin harta miskin akal tp pgn di istimewain. 8 jam sangat sangat wajar apalagi kt lo itu RS rujukan nasional. boleh gue bilang sesuatu? LO G*BL*K BANYAK B*C*T,” tulis NZ di media sosial Threads.

RSUD dr. Soekardjo merupakan rumah sakit umum daerah rujukan utama tipe B di Kota Tasikmalaya yang melayani fasilitas kesehatan tingkat lanjut bagi masyarakat Priangan Timur.

Rumah sakit pemerintah ini menyediakan berbagai layanan medis spesialis, rawat inap, serta perawatan intensif untuk pasien umum maupun pengguna BPJS Kesehatan.

Direktur Utama RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Budi Tirmadi, menyatakan NZ merupakan PPPK paruh waktu bagian administrasi pelayanan.

“Baru tadi pagi saya mengetahui informasi ini. Setelah kami konfirmasi, yang bersangkutan bukan tenaga kesehatan,” ujarnya, Rabu (5/8/2026), dikutip dari TribunJabar.id.

Meski bukan tenaga kesehatan, tindakan NZ mencoreng nama baik rumah sakit.

Baca juga: Viral Curhat Pasien BPJS Dikomentari Tidak Berempati oleh Dokter, IDI Sebut Itu Melangggar Kode Etik

“Kami juga sudah melaporkan ke BKPSDM dan inspektorat untuk menindaklanjuti kejadian ini dan sudah kami BAP,” lanjutnya.

Menurutnya, komentar NZ merupakan tindakan pribadi dan tidak berkaitan dengan sikap RSUD dr Soekardji dalam melayani pasien.

“Kami susah payah membangun citra rumah sakit, tetapi bisa dirusak oleh satu orang. Ini menjadi introspeksi bagi kami semua,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Wali Kota Tasikmalaya memberikan sanksi tegas untuk NZ.

Dedi meminta tenaga kesehatan serta pegawai rumah sakit memperbaiki ucapan di hadapan pasien.

“Jadi tidak boleh namanya pelayan kemudian mengungkapkan, menyampaikan perkataan yang tidak pantas, apalagi pada pasien yang meninggal,” tandasnya.

Ia menyerahkan proses penanganan kasus ini ke pemerintah daerah.

“Nanti kan pasti ada ketentuan yang bisa diterapkan dalam bentuk sanksi kepada nakes tersebut,” pungkasnya.

Sebagian artikel telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dedi Mulyadi Minta Nakes RSUD di Tasikmalaya yang Diduga Hina Pasien BPJS Diberi Sanksi

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/Nazmi)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *