Arab Saudi keberatan dengan rencana serangan terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Seperti dilaporkan beberapa media, AS dan Israel mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Iran, menargetkan infrastruktur energi, termasuk kilang minyak.
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Sabtu (1/8/2026), Dia mengungkapkan keprihatinan mengenai rencana Trump melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
Murka! Iran Klaim Hancurkan 3 Jet Tempur F-35 AS Lagi
“Pihak Saudi menyatakan keprihatinan dan meminta kejelasan tentang rencana serangan tersebut,” kata seorang sumber pejabat AS, kepada portal berita Axios, dikutip Minggu (2/8/2026).
Sumber pejabat lain mengatakan, MBS mendesak Trump untuk meredakan ketegangan dan membatakan serangan.
Pesawat-Pesawat Tanker Militer AS Dikirim ke Israel, Sinyal Serangan Besar-besaran ke Iran
Pejabat Qatar juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, dan perwakilan Oman untuk mencapai kesepakatan tentang pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kedua pihak dilaporkan mencapai kemajuan, meski belum jelas apakah upaya itu cukup untuk meredakan ketegangan atau tidak.
Tegas! Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz, kecuali…
Stasiun televisi Iran Press TV sebelumnya melaporkan, Araghchi melakukan percakapan telepon dengan Menlu Saudi Faisal bin Farhan Al Saud. Pada kesempatan itu Araghchi memperingatkan Saudi dan negara-negara Timur Tengah lain tentang dampak atas peran mereka dalam membantu serangan AS terhadap Iran.
Editor: Anton Suhartono

















