Sebagai informasi tambahan, pemerintahan Gaza akan diserahkan kepada NCAG.
Senjata berat, terowongan, dan fasilitas produksi militer akan dibongkar serta disimpan di bawah pengawasan NCAG dan mekanisme pemantauan internasional.
Tidak ada senjata yang akan dipindahkan ke Israel maupun kepada pihak Palestina lainnya selama proses perlucutan senjata berlangsung.
Jadwal untuk inventarisasi senjata harus disiapkan dalam waktu 14 hari. Perpanjangan hanya diperbolehkan jika disetujui oleh komisi verifikasi internasional dan semua pihak yang terlibat.
Independensi NCAG menjadi aspek yang paling penting karena badan tersebut akan mengelola lembaga dan layanan publik, sekaligus mengaudit urusan keuangan serta administrasi Gaza. Tidak ada faksi yang diizinkan mencampuri pekerjaannya.
Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan mendukung NCAG dalam menegakkan supremasi hukum, menstabilkan situasi keamanan, serta memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan.
Kata Pakar
Kesepakatan yang dicapai Hamas dan Israel berpotensi menjadi langkah signifikan.
Namun, mengingat rekam jejak Trump yang dinilai kerap tidak menepati janjinya, kehati-hatian tetap diperlukan, kata Rami Khouri, peneliti di American University of Beirut sekaligus peneliti senior nonresiden di Arab Center Washington DC.
Khouri memperingatkan agar publik tidak langsung menganggap kesepakatan tersebut sebagai “terobosan besar”.
“Mustahil untuk memprediksi apa pun yang dikatakan Trump di media sosial, karena rekam jejaknya dalam menyelaraskan tindakannya dengan kata-katanya sangat buruk,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.
“Trump pada dasarnya sangat membutuhkan kemenangan politik, di mana pun di dunia, dan kesepakatan ini adalah sesuatu yang menurutnya akan membantunya.”
Sementara itu, Nikolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian Gaza, mengatakan bahwa kesepakatan mengenai perlucutan senjata dan transisi pemerintahan sipil di Gaza merupakan hasil negosiasi yang berlangsung selama berbulan-bulan dan sangat sulit.
Dalam unggahannya di X, Mladenov menegaskan bahwa implementasi serta proses verifikasi harus benar-benar dijalankan, dan penarikan pasukan harus berlangsung seiring dengan perlucutan senjata.
Ia juga menyatakan bahwa NCAG membutuhkan dukungan politik dan praktis agar dapat mengambil alih pemerintahan Gaza serta menentukan masa depan wilayah tersebut.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

















