Aparat penegak hukum tingkat regional kini tengah mengusut insiden wafatnya seorang warga sipil berinisial S di kawasan Jakarta Selatan.
Lokasi penemuan jenazah tersebut berada di halaman sebuah fasilitas kesehatan kawasan Kebayoran Baru pada akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
Peristiwa tragis itu mendadak viral di ruang digital setelah warganet menyoroti kondisi fisik korban yang mengeluarkan cairan dari saluran pernapasan.
Berbagai dokumentasi visual serta rekaman kamera pengawas turut tersebar luas di berbagai platform jejaring sosial bersamaan dengan narasi khusus.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa almarhum merupakan pengurus rumah tangga dari mantan pejabat tinggi kejaksaan agung.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat melakukan komunikasi telepon dengan seorang kerabat untuk mengeluhkan gangguan kesehatan.
Pihak keluarga yang mendatangi lokasi mendapati korban sudah dalam kondisi terbujur kaku serta tidak memberikan respons kesadaran.
Evakuasi segera dilakukan menggunakan kendaraan gawat darurat menuju pusat layanan medis terdekat untuk mendapatkan tindakan pemeriksaan awal.
Tim medis yang bertugas menyatakan bahwa nyawa korban sudah tidak tertolong setibanya di rumah sakit rujukan tersebut.
Pihak kepolisian gabungan langsung bergerak cepat menghimpun keterangan dari para saksi mata termasuk petugas medis serta sopir ambulans.
Kepala bidang hubungan masyarakat kepolisian daerah menyatakan bahwa proses investigasi berjalan secara cermat tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” ujar Budi.
“Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Penyidik juga masih menelusuri kebenaran mengenai status pekerjaan almarhum yang dikaitkan dengan mantan pejabat penegak hukum senior.
“Masih didalami,” kata dia.
Hasil penelusuran lapangan menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan tempat korban terbujur kaku tersebut sudah lama menghentikan aktivitas pelayanannya.
Kondisi fisik bangunan tampak terbengkalai dengan gerbang besi tertutup rapat serta lingkungan sekitar yang tidak terawat (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

















