Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, tengah menghadapi situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah memasuki hari kedua. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat, Guntur Tamima, mengungkapkan bahwa kejadian ini secara struktural dan tugas pokok fungsi (tusi) masuk dalam kategori karhutla.
Guntur menjelaskan bahwa titik api di TPA Sampah Babur yang sempat terbakar akibat faktor alam dan suhu panas selama dua hari terakhir kini telah berhasil dipadamkan serta dinyatakan tuntas berkat kesigapan tim gabungan dari unsur BPBD, TNI, Polri, dan Damkar. Kendati demikian, hari ini tercatat ada empat titik api baru yang terdeteksi di sejumlah lokasi, yakni di Swaimbon, Warbariam, dua titik di area Stadion, serta di depan Pandawa.
Dalam proses penanganan di lapangan, Guntur menyebutkan bahwa pihaknya menghadapi kendala keterbatasan peralatan. BPBD tidak memiliki mobil pemadam khusus dan hanya mengandalkan mobil tangki air.
Untuk menyiasati hal tersebut, operasi pemadaman dilakukan secara kolaboratif lintas sektor dengan mengerahkan satu unit mobil tangki dari pihak Kodim, satu unit dari Lingkungan Hidup, serta tambahan dukungan armada dari pihak Batalyon.

















