Sekelompok mahasiswa menggelar aksi di depan gerbang Kantor Kejaksaan Agung, Kamis (23/7/2026).
Kelompok massa dari BEM Kristiani Seluruh Indonesia menilai, Kejagung lamban dalam menangani kasus korupsi dan pencucian uang yang melibatkan eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Wakil Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, Frimus mengatakan, mereka membawa sejumlah tuntutan utama.
Baca juga: Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
“Hari ini memang permintaan kami yang pertama adalah kami mendesak Kejagung untuk segera menahan Febri Ardiansyah,” kata Frimus kepada wartawan di lokasi, Kamis.
Mereka juga meminta agar rumah dinas Febrie di Jalan Radio I, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk segera digeledah.

Penggeledahan ini dianggap penting untuk optimalisasi pemulihan aset.
Mereka juga menduga, ada lebih banyak barang bukti terkait kasus korupsi dan TPPU PT Asabri ini yang tersimpan di sini.
“Kami meminta kepada para penegak hukum untuk menggeledah kediaman ataupun rumah dinas daripada Eks Jampidsus Kejagung Republik Indonesia,” ujar dia.
Sedikitnya ada 100 orang massa aksi yang menyampaikan aspirasi mereka sore ini.
Sebanyak 200 personil kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Metro Kebayoran Baru pun mengawal aksi ini.
Baca juga: Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus: Dokter Marah-marah Kenapa Kerja?
Massa membubarkan diri sekira pukul 17.00 WIB.
Mereka janji akan kembali dengan massa yang lebih banyak jika Kejagung tak memenuhi tuntutan mereka dalam kurun waktu 3 x 24 jam

















