Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Wamenkes Hadir di Medan, Dorong Percepatan Skrining TB Terintegrasi CKG di Medan

×

Wamenkes Hadir di Medan, Dorong Percepatan Skrining TB Terintegrasi CKG di Medan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P FISR mendorong percepatan pelaksanaan skrining tuberkulosis (TB) yang diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja di Kota Medan, Selasa (21/7).

Example 300x600

Dalam arahannya di hadapan Walikota Medan, Rico Waas dan Wakil Walikota Medan, Zakiyuddin Harahap serta jajaran pemerintah daerah, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan lintas sektor, Wamenkes menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian TB tidak dapat hanya mengandalkan Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

“Program ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Kementerian Kesehatan. Kita membutuhkan kerja sama lintas sektor agar target penanggulangan TB dapat tercapai,” ujar Benjamin.

Ia menjelaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Salah satu fokusnya ialah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pencegahan stunting dan perluasan layanan kesehatan preventif, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis.

Menurut Benjamin, hingga dua hari terakhir, pelaksanaan CKG secara nasional telah menjangkau sekitar 66,7 juta orang. Pemerintah menargetkan 130 juta penduduk menjalani pemeriksaan kesehatan pada tahun ini sebagai upaya mendeteksi dini berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Ia mengungkapkan, biaya pengobatan komplikasi penyakit tersebut sangat besar. Pada tahun lalu, pembiayaan cuci darah mencapai sekitar Rp13,4 triliun, penyakit jantung lebih dari Rp17 triliun, dan stroke melampaui Rp10 triliun.

“Semua itu sebenarnya dapat dicegah apabila penyakit ditemukan lebih awal melalui pemeriksaan kesehatan dan dikendalikan dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Benjamin menyoroti tingginya beban tuberkulosis di Indonesia yang masih menempati peringkat kedua dunia berdasarkan jumlah kasus. Menurutnya, strategi penanggulangan TB harus bergeser dari sekadar mengobati pasien menjadi memperkuat pelacakan kontak erat (tracing).

Ia menyebut salah satu kelemahan selama ini ialah anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB sering kali tidak ikut diperiksa, sehingga rantai penularan terus berlangsung.

“Selama ini kita berhasil menemukan dan mengobati pasien, tetapi kontak eratnya sering tidak diperiksa. Karena itu tracing menjadi kunci memutus penularan,” ujarnya.

(Waspada/M. Lubis)
(Waspada/M. Lubis)

Benjamin mengapresiasi jawaban salah seorang Kepala Puskesmas di Kota Medan yang menyampaikan pentingnya pemeriksaan terhadap keluarga pasien TB sebagai langkah yang selama ini belum optimal dilakukan.

Untuk mendukung strategi tersebut, Kementerian Kesehatan mengalokasikan anggaran pelaksanaan skrining TB terintegrasi CKG di 3.640 lokasi di Sumatera Utara.

Khusus Kota Medan, kegiatan akan dilaksanakan di 661 titik, dengan sasaran sekitar 66.100 orang hingga 30 November 2026.

Menurut Benjamin, seluruh pembiayaan kegiatan telah disiapkan pemerintah pusat, termasuk untuk tenaga kesehatan, kader, radiografer, edukasi masyarakat, hingga operasional kegiatan.

“Pemerintah sudah menyiapkan anggaran penuh. Tinggal kita laksanakan bersama agar seluruh target pemeriksaan dapat tercapai,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan dua kader TB di setiap desa dan kelurahan yang memperoleh insentif dari pemerintah pusat untuk memperkuat penemuan kasus di masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Kesehatan, dr. Dini, menjelaskan bahwa pencairan anggaran ke daerah bergantung pada kelengkapan dokumen administrasi yang diajukan pemerintah daerah.

Sejumlah daerah di Sumatera Utara seperti Dairi, Humbang Hasundutan, Binjai, Gunungsitoli, Pematangsiantar, Sibolga, Tebing Tinggi, Nias Barat, Simalungun, Tapanuli Selatan, dan Toba telah melengkapi persyaratan sehingga anggaran dapat segera disalurkan.

Sementara itu, pemerintah daerah yang belum melengkapi dokumen diminta segera berkoordinasi agar pelaksanaan kegiatan tidak mengalami keterlambatan.

Benjamin juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta, termasuk klinik pratama dan organisasi kesehatan, guna memastikan seluruh target pelaksanaan di 3.640 lokasi dapat tercapai sesuai jadwal.

“Kita datang ke daerah bukan sekadar menyampaikan teori, tetapi memastikan program berjalan. Mari kita bersama-sama memberantas TB dengan kerja sama seluruh pihak,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Surya Pulungan melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Medan, Elsa Dodolang, S.Kep., MARS, mengatakan pelaksanaan skrining TB yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu strategi untuk memperluas deteksi dini kasus tuberkulosis di masyarakat.

Menurut Elsa, masyarakat tidak perlu datang ke layanan yang berbeda apabila ingin mengetahui kondisi kesehatannya terkait TB. Pemeriksaan tersebut telah menjadi bagian dari layanan CKG yang sedang diperluas pemerintah.

“Jadi skrining TB sudah diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis. Masyarakat yang ingin mengetahui status kesehatannya terkait TB cukup datang ke pelayanan CKG. Di sana mereka bisa mendapatkan pemeriksaan dan skrining sesuai indikasi yang diperlukan,” ujar Elsa.

Ia menilai integrasi kedua program tersebut akan memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan penemuan kasus TB secara dini. Dengan deteksi yang lebih cepat, pasien dapat segera mendapatkan penanganan sehingga risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan.

Elsa juga mengajak masyarakat Kota Medan untuk memanfaatkan layanan CKG yang tersedia di fasilitas kesehatan sebagai langkah preventif menjaga kesehatan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian tuberkulosis.

“Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan ini sebaik mungkin. Selain mengetahui kondisi kesehatan secara umum, masyarakat juga dapat melakukan skrining TB melalui layanan yang sama sehingga penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat,” katanya. (wsp/m32)

Editor AGUS UTAMA

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *