Kepergian komedian Simson Rarameha Ngadang alias Temon masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Sang istri, Mae, mengungkapkan salah satu keinginan almarhum yang belum sempat terwujud hingga akhir hayatnya.
Mae mengatakan, Temon sangat ingin mendampingi putra mereka saat pertama kali masuk taman kanak-kanak (TK).
Sebagai seorang ayah, Temon berharap bisa menyaksikan langsung momen penting tersebut dan terlibat dalam setiap proses tumbuh kembang sang buah hati.
Namun keinginan tersebut belum tercapai, Temon lebih dulu menghembuskan napas terakhirnya di usia 59 tahun akibat serangan jantung.
“Tadinya kita mau sekolahin anak TK, maksudnya nganter pertama kali pas masuk TK, jadi ya nggak kesampean,” kata Mae, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (20/7/2026).
Tak hanya itu, Temon juga memiliki cita-cita untuk membesarkan dan mendidik anaknya hingga tumbuh menjadi pribadi yang hebat.
Impian tersebut bukan hanya keinginan Temon seorang diri, tetapi juga menjadi harapan yang selama ini dibangun bersama Mae sejak kehadiran putra mereka.
“Jadi ya memang niat kita besarin agar jadi anak hebat,” ucap Mae.
Takdir berkata lain, Temon berpulang sebelum sempat mewujudkan harapan tersebut.
Kini, Mae harus melanjutkan impian yang sebelumnya ingin mereka jalani berdua.
Baca juga: Abdel Achrian Kenang Persahabatannya Bersama Temon, Merintis Karier Bareng dari Siaran hingga ke TV
Di tengah rasa kehilangan itu, Mae mengaku masih berusaha mengobati kerinduannya kepada Temon dengan cara sederhana.
Ia sengaja memakai bantal yang selama ini biasa digunakan sang suami saat tidur.
Bahkan Mae juga menempati posisi tidur Temon dan ditemani foto sang suami di sampingnya.
“Saya tidur di bantal yang dia tidurin sebelumnya sekarang, jadi di bagian dia.”
“Biasanya saya di sini, sekarang saya di pinggir di bagian dia tidur. Jadi bantalnya belum saya ganti, sprei guling belum saya ganti, jadi saya tidur di situ, sampingnya foto dia,” beber Mae.
Temon dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026).
Sebelum berpulang, pemain sitkom Abdel & Temon: Bukan Superstar itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.
Abdel Achrian Kenang Sosok Temon
Tawa dan candaan khas Temon menjadi kenangan yang paling membekas di benak komedian Abdel Achrian.
Bagi Abdel, sahabat yang telah menemaninya selama puluhan tahun itu merupakan sosok yang tak pernah kehilangan selera humor, bahkan di luar panggung hiburan.
Menurut Abdel, karakter humor Temon bukanlah sesuatu yang dibuat-buat hanya untuk kebutuhan panggung.
Almarhum disebut memang memiliki kepribadian yang lucu secara alami sehingga mampu membuat orang-orang di sekitarnya tertawa.
“Temon menurut gue adalah orang yang lucu terus lah, jokes-jokes sederhana percakapan-percakapan gue sama Temon itu udah bisa bikin gue ketawa,” ungkap Abdel, kepada awak media, Sabtu (18/7/2026).
Baca juga: Abdel Achrian Menyesal dan Merasa Bersalah Tak Bisa Antar Temon ke Peristirahatan Terakhir
Perjalanan panjang Abdel dan Temon selama berkarier di dunia hiburan Tanah Air tidak selalu berjalan mulus.
Abdel teringat dirinya dan sang sahabat yang pernah bersama-sama menghadapi masa-masa sulit saat masih berjuang membangun karier di industri hiburan.
Sebelum dikenal luas publik, keduanya harus melewati berbagai tantangan, mulai dari mencari kesempatan tampil hingga mempertahankan eksistensi di tengah persaingan dunia hiburan yang ketat.
“Kita sulitnya bareng, akhirnya kita berteman karena sulitnya bareng, usahanya bareng, semuanya bareng-bareng,” beber komedian berusia 55 tahun itu.
Sementara itu, kedekatan yang terjalin selama lebih dari tiga dekade membuat hubungan Abdel dan Temon melampaui sekadar rekan kerja.
Abdel mengaku telah menganggap Temon sebagai bagian dari keluarganya sendiri.
“Iya (kayak keluarga), karena gue sama Temon itu gue kenal keluarganya, temon juga kenal keluarga gue.”
“Jadi ya tahu kehidupan di luar pekerjaan gitu sama Temon ini, jadi memang dekat,” ucapnya.
(Tribunnews.com/Ifan)

















