Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Kepala SPPG di Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Mal, Operasional MBG Ranca Mulya Dihentikan Sementara

×

Kepala SPPG di Kabupaten Bandung Ditemukan Meninggal di Mal, Operasional MBG Ranca Mulya Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ranca Mulya 2, Kabupaten Bandung, terpaksa dihentikan sementara waktu pasca-meninggalnya Kepala SPPG, SS (26).

Penghentian ini berdampak langsung pada ribuan anak sekolah dan balita penerima manfaat serta puluhan pekerja dapur yang kini terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu.

Example 300x600

Mitra Dapur SPPG Ranca Mulya 2, Fajri, mengungkapkan bahwa keputusan untuk menonaktifkan sementara aktivitas dapur tersebut merupakan arahan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komite Pelayanan Program Gizi (KPPG).

Hal ini karena seluruh sistem persetujuan anggaran dan akses pencairan dana berada di bawah kendali penuh mendiang SS selaku Kepala SPPG.

“Kebetulan kemarin ada dari BGN langsung, dari KPPG langsung ke sini, ya kami dianjurkan buat off dulu sementara karena ya mungkin kepala SPPG-nya juga belum ada, jadi nunggu kepala SPPG pengganti dulu,” ujar Fajri saat memberikan keterangan, Senin (13/7/2026).

Teka-teki di Balik Kasus Bunuh Diri Kepala SPPG di Bandung

Fajri menjelaskan bahwa penutupan sementara ini tidak dapat dihindari lantaran mekanisme sistem birokrasi program yang sangat bergantung pada otoritas almarhum.

“Karena itu kan istilahnya mah harus se-approval kepala SPPG dana pencairan segala macam. Katanya harus berhenti dulu karena password sama kode buat approval-nya ada di beliau yang mengeluarkan dananya, bukan dari kami. Kami sebagai mitra cuma dapat ID dapur sama nomor rekening dapur. Yang nge-okein kan beliau, jadi sekarang enggak bisa,” lanjutnya.

Penutupan sementara ini membawa dampak yang cukup luas.

Tercatat ada 2.625 penerima manfaat yang tersebar di enam sekolah meliputi tingkat TK, SD, hingga SMP serta tiga Posyandu yang kini terhenti suplai gizinya.

Tidak hanya itu, nasib 47 orang staf dan pegawai dapur yang berada di bawah naungan unit tersebut kini bergantung pada seberapa cepat kepala pengganti ditunjuk oleh pusat.

Kinerja Baik

Mengenai sosok almarhum, Fajri menyebut bahwa SS telah ditugaskan oleh BGN untuk memimpin SPPG Ranca Mulya 2 sejak pertama kali dibuka pada September 2025 lalu.

Selama delapan hingga sembilan bulan berjalan, kinerja SS dinilai sangat baik dan tidak pernah mengalami kendala dalam mendistribusikan program gizi ke masyarakat.

Namun, Fajri menangkap adanya perubahan sikap dari almarhum dalam tiga bulan terakhir.

Mendiang yang biasanya dikenal komunikatif dan gemar bercanda tiba-tiba berubah menjadi sosok yang sangat tertutup dan kerap kedapatan melamun.

“Awal-awal saya bisa komunikasi lancar sih, juga enggak ada masalah. Ya suka bercanda, cuma pas ke mungkin selama 3 bulan ke belakang, jadi agak beda gitu sikapnya. Beda agak tertutuplah. Ditanya juga enggak ada komunikasi apa-apa gitu. Justru ya sesuai tupoksinya saja mungkin gitu ya. Enggak bisa bercanda, agak tertutup gitu,” tutur Fajri.

Fajri menambahkan, komunikasi terakhir dengan almarhum terjadi sebelum masa libur.

Puncaknya, dalam dua minggu terakhir sebelum kabar duka diterima, ponsel almarhum sudah tidak aktif sama sekali sehingga pihak mitra dapur kehilangan kontak.

Fajri sempat berupaya mencari keberadaan SS dengan mendatangi pihak keluarga dan kerabatnya guna menanyakan kelanjutan operasional dapur pasca-libur, tetapi tidak membuahkan hasil hingga akhirnya menerima kabar kematian almarhum langsung dari pihak keluarga, bukan dari media sosial.

“Jadi, pas kemarin terjadi kejadian seperti itu, ya syok saja. Syok tuh kenapa bisa seperti ini. Padahal, di dapur enggak ada masalah apa-apa. Alhamdulillah kami enggak ada kendala dari segi dapur atau penerima manfaat, sekolah-sekolah atau posyandu juga aman,” kata Fajri.

Terkait desas-desus mengenai penyebab pasti meninggalnya almarhum maupun kemungkinan adanya masalah pribadi yang berat, Fajri mengaku tidak ingin berspekulasi lebih jauh.

Berdasarkan pihak keluarga yang ditemuinya saat proses pemakaman, almarhum memang kerap mengurung diri di kamar akhir-akhir ini, tetapi pihak keluarga memilih tidak berkomentar banyak dan hanya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

Saat ini, kelanjutan operasional SPPG Ranca Mulya 2 masih menunggu proses pelaporan administrasi berjenjang, mulai dari pengurusan akta kematian ke Koordinator Kecamatan (Korcam), dilanjutkan ke Koordinator Wilayah (Korwil), hingga ke KPPG pusat agar legalitas penggantian Kepala SPPG yang baru bisa segera disahkan.

 

Keterangan Kepolisian

SS ditemukan meninggal dunia di kawasan pusat perbelanjaan atau mal di Kota Bandung pada Minggu (12/7/2026).

“Pada hari Minggu pukul 06.30 WIB kami menerima laporan dari teknisi dan satpam bahwa ada kejadian tersebut sehingga dari piket dan gabungan Inafis turun ke lapangan dan melakukan olah TKP,” kata Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

“Korban mengikat diri dengan tali di lantai 12,” ujarnya.

Di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban seperti sebuah telepon genggam, sandal, kartu identitas, serta sepucuk surat yang berisi permohonan maaf kepada keluarga.

Setelah proses olah TKP selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Dia menyebut identitas korban telah diketahui sebagai warga Kabupaten Bandung.

Pihak keluarga juga telah dihubungi dan datang untuk proses identifikasi.

“Korban adalah salah satu warga Kabupaten Bandung. Jadi, kami memanggil keluarganya, pihak keluarga juga sudah ikhlas, tetapi kami tetap melakukan identifikasi menunggu hasil dari Sartika Asih,” tuturnya.

Tinggalkan Surat

Sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat meninggalkan sepucuk surat.

“Jadi, ada barang yang diamankan, ponsel, sandal, KTP, dan satu surat tulis tangan permohonan maaf kepada pihak keluarga,” ujar Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyani.

Kontak Bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *