Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Kasus Suap Bea Cukai, Raffi Ahmad Mengaku Cuma Basa-basi ke Blueray soal Titip iPhone

×

Kasus Suap Bea Cukai, Raffi Ahmad Mengaku Cuma Basa-basi ke Blueray soal Titip iPhone

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad menegaskan dirinya sebenarnya hanya basa-basi ketika ditawarkan iPhone hingga laptop oleh PT Blueray di New York, Amerika Serikat, pada Oktober 2025 silam.

Mulanya, Raffi memaparkan dirinya sedang berada di New York bersama Desta, Ariel, Gading, hingga Nagita Slavina, dan mengunjungi sejumlah toko asal Indonesia, seperti Awang Kitchen dan Indo Java.

Example 300x600

Sekitar 3 toko dari Awang Kitchen, ada kantor PT Blueray.

Pihak PT Blueray pun mengajak Raffi dan kawan-kawan berfoto bersama.

Baca juga: Penjelasan KPK Soal Nama Raffi Ahmad yang Muncul dalam Pusaran Kasus Suap Bea Cukai

“Setelah kegiatan selesai, banyak teman-teman Indonesia yang ajak foto, saya keluar dari Awang Kitchen, satu, dua, tiga toko di sebelahnya ada yang namanya Blueray. Mereka panggil saya, ‘Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading, foto dong saya’. Ya sudah kami foto di depan tokonya,” ujar Raffi, dalam jumpa pers, seperti ditayangkan Kompas TV, Kamis (11/6/2026).

Raffi mengatakan, berhubung waktu mereka tidak banyak, mereka harus segera pergi lagi.

Namun, pihak Blueray disebut memperkenalkan dirinya kepada Raffi.

Baca juga: Terungkap Awal Mula WN Inggris Tak Mau Bayar Makan di Kafe Jakpus

Pihak Blueray lantas menawarkan untuk mengirim ponsel dan barang elektronik lainnya untuk Raffi.

“Beliau memperkenalkan diri, tapi saya enggak kenal. Saya enggak kenal, lalu mereka bilang, ‘Mas Raffi, perusahaan kami, Blueray ini kami bisa kirimin, apapun itu, mau ponsel, laptop, iPad, ini, itu, oh iya kan ada ponsel yang terbaru, nanti kalau dikirim bisa’. Ya enggak mungkin dong saya bilang, ‘oh enggak usah ah, saya enggak mau kirim lewat itu’,” ujar dia.

Raffi mengatakan, dirinya pun basa-basi dengan mengiyakan akan melakukan penitipan jika iPhone seri terbaru sudah keluar.

Baca juga: Raffi Ahmad Kunjungi Pasukan Marinir 1 di Cilandak, Ada Apa?

“Saya bilang, ‘oh iya, iya, iya, oke nanti kalau ada ponsel yang baru itu ya sudah nanti saya kirim ya’. Hanya sebatas itu. Intinya saya basa-basi. Basa-basi. Setelah itu sudah saya pergi melanjutkan ke tempat lain. Hanya sebatas itu,” kata Raffi.

Raffi pun mengaku tidak tahu kenapa tiba-tiba namanya disebut di kasus suap Bea Cukai.

Padahal, Raffi tidak mengenal pihak Blueray, dan bahkan namanya pun dia tidak tahu.

Baca juga: Eks Pejabat Bea Cukai Jawab ‘Seperti Itu’ di Sidang, JPU: Kok Jadi Lagu Syahrini?

“Saya enggak tahu kenapa…Saya tidak ada nomor telepon mereka. Tidak pernah terima kiriman apapun. Namanya pun enggak ingat, memesan pun secara transaksional pun enggak, hanya basa-basi. Saya enggak ada komunikasi sama mereka. Cuma saya bingung kok saya dibilang ada komunikasi sama mereka,” imbuh Raffi.

Sebelumnya, nama Raffi Ahmad muncul dalam sidang dugaan suap pengurusan impor dengan terdakwa pemilik PT Blueray Cargo, John Field, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Sri Pangastuti alias Tuti, mengakui pernah menerima permintaan bantuan pengiriman laptop dan beberapa iPhone dari Amerika Serikat yang dikaitkan dengan nama Raffi Ahmad.

Baca juga: Penjelasan KPK Soal Nama Raffi Ahmad yang Muncul dalam Pusaran Kasus Suap Bea Cukai

Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) mengonfirmasi percakapan WhatsApp milik Tuti terkait permintaan pengiriman barang elektronik dari Amerika Serikat ke Indonesia.

“Ibu pernah diminta bantuan untuk, ini ada di chat komunikasi WA Ibu, Ibu pernah diminta bantuan untuk mengirimkan laptop sama iPhone dari Amerika Serikat?” tanya JPU di persidangan.

Tuti membenarkan adanya komunikasi tersebut.

Namun, ia mengaku menolak membantu pengurusan barang itu.

Baca juga: Pernah Diberangkatkan Umrah, Thariq Halilintar Kaget Hanania Travel Diduga Menipu

“Jadi ya, kan barang ini ada sparepart komputer ke Bali, antara Pak Yohanes sama orang saya mau mengirimkan laptop sama iPhone, tapi kan kami enggak mau. Ya memang pernah,” jawab Tuti.

Jaksa kemudian membacakan isi percakapan WhatsApp tertanggal 15 Oktober 2025 antara Tuti dan Yohanes yakni karyawan John.

“Siang Ibu Tuti, kebetulan ada Raffi Ahmad kan lagi ke USA main ke kantor kita ada mau kirim laptop dan iPhone, IMEI mereka urus sendiri katanya, apakah bisa? ” tulis pesan Yohanes.

Baca juga: SBY Minta Prabowo Lindungi Rakyat dari Dampak Kenaikan Harga BBM

“Siang Pak Yohanes, boleh kita bantu nanti Mba Dewi bantu koordinasi ya,” balas Tuti.

Percakapan berlanjut saat Yohanes menyebut koordinasi pengiriman beberapa iPhone telah siap dibantu.

Tuti kemudian menanyakan jumlah unit iPhone yang akan dikirim, sebelum muncul pesan lain yang meminta dirinya memilih warna iPhone atas arahan John.

Baca juga: Anwar Sanjaya Diperiksa soal Kasus Hanania Travel, Akui Promosi dengan Sistem Barter

Saat dikonfirmasi, Tuti membenarkan percakapan tersebut terjadi.

Namun, ia kembali menegaskan pihaknya akhirnya menolak membantu pengiriman barang itu.

“Betul ada komunikasi itu, Pak Yohanes sama Dwi akhirnya, saya bilang tidak usah,” ujar Tuti.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *