Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

MPR RI Minta Maaf soal Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Nonaktifkan Juri dan MC

×

MPR RI Minta Maaf soal Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, Nonaktifkan Juri dan MC

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyampaikan permohonan maaf atas polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR di Kalimantan Barat. Pihaknya juga menonaktifkan dewan juri, serta MC terkait polemik tersebut.

“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat,” bunyi keterangan dikutip iNews.id, Selasa (12/5/2026).

Example 300x600

Sosok Eileen Wang, Wali Kota di AS yang Ketahuan Jadi Mata-mata China

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” sambungnya.

Tak cuma itu, MPR berjanji akan melakukan evaluasi terhadap gelaran tersebut. Mulai dari sistem penilaian hingga verifikasi jawaban peserta. Dengan begitu, pelaksanaan lomba ke depan dapat berjalan adil.

MPR Minta Maaf usai Viral Jawaban Peserta Lomba Cerdas Cermat Disalahkan Juri: Kami akan Evaluasi

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel,” tulisnya.

Pihaknya juga mengapresiasi seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC 4 Pilar.

“Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas,” tutup dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *