Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta pemerintah mencari cara untuk mengatasi lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang kini sudah menyentuh Rp17.503 per dollarnya.
Bahkan Puan menegaskan kepada pemerintah untuk mencari cara dalam mengantisipasi pelemahan rupiah hingga tahun 2026.
Pernyataan itu disampaikan Puan Maharani usai Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 20205-2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
“Situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk,” kata Puan
Menurut Puan, pemerintah dalam waktu dekat akan menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan pokok-pokok kebijakan fiscal (KEM-PPKF) 2027 kepada DPR RI.
Puan berharap apa yang akan disampaikan oleh pemerintah memuat kebijakan yang jelas untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terutama terhadap dollar AS.
“Pada sidang ke depan ini, DPR juga akan masuk dalam pembahasan KEM-PPKF yaitu APBN 2027,” ujar Puan.
“Terkait hal itu, itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang,” katanya.
Puan mengatakan, lemahnya tukar rupiah saat ini tidak lepas dari kondisi geopolitik global seperti halnya di Timur Tengah.
Oleh karena itu, Puan meminta BI untuk bisa memastikan dampak dari dinamika global tidak memperburuk situasi ekonomi Indonesia.

















