Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat terdapat lima kasus virus Hanta yang terlapor sepanjang 2026. Namun, dua kasus suspek terbaru di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta dipastikan negatif, setelah hasil pemeriksaan lanjutan keluar.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan dua pasien yang sempat diduga terpapar virus Hanta kini telah sembuh dan dalam kondisi sehat.
“Itu terakhir tadi saya konfirmasi ke teman-teman unit lain itu sudah negatif,, yang dua itu. Sudah sembuh, sudah sehat,” ujar Aji saat dihubungi IDN Times, Jumat (8/5/2026).
1. Ada lima orang suspek tahun ini

Hantavirus. Dok Wikipedia
Aji menjelaskan, total laporan kasus pada 2026 berjumlah lima orang. Namun, tiga kasus lainnya tidak dapat diperiksa lebih lanjut, karena terkendala kualitas atau kesalahan sampel.
“Yang suspek dua, yang tiga tidak bisa diperiksa, karena mungkin kesalahan sampel atau apa,” katanya.
2. Belum ada tambahan suspek baru

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Menurut Aji, hingga saat ini belum ada tambahan suspek baru virus Hanta di Indonesia. Kemenkes pun masih terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans penyakit menular yang berjalan rutin di seluruh daerah.
“Yang suspek lagi baru belum ada. Jadi masih data itu aja,” ujarnya.
3. Ada 23 kasus sudah terkonfirmasi

Gedung Kemenkes RI (IDN Times/Sunariyah)
Dalam data Kemenkes, kasus virus Hanta sepanjang 2024–2026 tercatat 23 kasus konfirmasi yang tersebar di sembilan provinsi. DKI Jakarta dan DI Yogyakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, masing-masing enam kasus.
Seluruh kasus konfirmasi di Indonesia sejauh ini masuk kategori Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni tipe hantavirus yang menyerang ginjal dan saluran pencernaan. Strain yang dominan ditemukan adalah Seoul virus dan Hantan virus.
“Di Indonesia baru yang HFRS dan kebanyakan itu Seoul virus sama Hantan virus,” kata Aji.

















