Aparat kepolisian bergerak cepat mengevakuasi warga sipil yang menjadi korban dalam insiden penembakan di wilayah Tembagapura, Papua Tengah.
Hingga Jumat (8/5/2026), sedikitnya enam warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena tembakan dan telah dilarikan ke rumah sakit di Tembagapura untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, mengatakan pihaknya masih fokus melakukan penyelamatan masyarakat serta memastikan situasi keamanan tetap terkendali di lokasi kejadian.
“Untuk kronologis saat ini belum bisa kami sampaikan karena masih dalam penyelidikan dan kami sedang menghimpun informasi yang benar. Saya mengharapkan teman-teman wartawan untuk bersabar,” ujar Jermias Rontini.
Ia menjelaskan, informasi terkait adanya korban meninggal dunia masih belum dapat dipastikan karena data di lapangan masih terus diverifikasi aparat gabungan.
“Informasi adanya korban meninggal dunia itu masih simpang siur, namun ada enam orang korban luka-luka yang berhasil kita evakuasi ke rumah sakit di Tembagapura,” lanjutnya.
Selain mengevakuasi korban luka, aparat gabungan dari Brimob Yon B, Satgas Amole, dan Polsek Tembagapura juga berhasil menyelamatkan sekitar 256 warga yang sebelumnya mengamankan diri di kawasan Kali Kabur.
Ratusan warga tersebut dievakuasi menuju Pos Brimob di MP 72 sebelum dipindahkan ke sejumlah lokasi yang dianggap aman.
Langkah cepat aparat dilakukan guna menghindari potensi gangguan keamanan lanjutan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak insiden tersebut.
“Intinya fokus kita saat ini mengevakuasi masyarakat dan saya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat,” tegas Kapolda.
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden penembakan tersebut.
Situasi di Tembagapura dilaporkan masih dalam pengamanan ketat aparat gabungan. (*)

















