Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Setelah Sopir Taksi Hijau, Masinis dan Petugas Stasiun Bekasi Timur Diperiksa Terkait Kecelakaan KA

×

Setelah Sopir Taksi Hijau, Masinis dan Petugas Stasiun Bekasi Timur Diperiksa Terkait Kecelakaan KA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sopir taksi hijau berinisial RRP telah diperiksa polisi terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pada Senin (27/4/2026), terjadi kecelakaan antara KRL Commuter Line jurusan Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.

Example 300x600

Kecelakaan tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.

Kecelakaan bermula dari sebuah KRL yang terpaksa berhenti mendadak di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, karena menabrak sebuah taksi listrik.

Lalu, tiba-tiba KA Argo Bromo melintas hingga menabrak rangkaian KRL lain yang tengah tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat kecelakaan di perlintasan.

Pemeriksaan terhadap sopir taksi Green SM Indonesia itu dilakukan di Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (28/4/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan sopir taksi hijau itu kembali diperiksa pada Rabu (29/4/2026).

Sementara itu, mobil taksi yang diduga menjadi pemicu kecelakaan telah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota dalam kondisi rusak berat.

Polisi memastikan kendaraan taksi listrik sudah diperiksa terkait kelaikannya.

Termasuk memeriksa urine dari sopir taksi hijau tersebut.

“Untuk driver taksi online inisial RRP diminta keterangan kemarin Selasa dan hari ini Rabu di Polrestro Bekasi Kota,” ujar Budi, Rabu, dilansir TribunJakarta.com.

Setelah pemeriksaan dilakukan terhadap sopir taksi hijau, polisi juga memeriksa masinis dan petugas Stasiun Bekasi Timur pada Kamis (30/4/2026).

Pemeriksaan keduanya terkait kecelakaan dua kereta di Bekasi Timur.

Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan saksi lainnya yakni Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).

“Untuk agenda riksa petugas (masinis, petugas stasiun, polsuska) dari PT KAI akan dilaksanakan di kantor PT KAI hari Kamis tanggal 30 April 2026,” ungkap Budi, Kamis, dikutip dari TirbunBekasi.com.

Kecelakaan Taksi Tertemper KRL Diduga Faktor Human Error

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sampai saat ini tengah melakukan pendalaman terkait kecelakaan taksi listrik dengan kereta rel listrik di perlintasan sebidang Ampera Bekasi.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengatakan dari hasil pemeriksaan awal ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan.

“Ya bisa jadi human error, bisa jadi faktor jalan, bisa jadi faktor kendaraan.”

“Ini masih dalam kajian ataupun penelitian dari tim TAA (Traffic Accident Analysis) dari Korlantas,” ujarnya di Gedung TMC Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis.

Saat ini, untuk kejadian tersebut ditangani tim Traffic Accident Analysis (TAA).

Komarudin mengatakan, penyebab kecelakaan membutuhkan waktu untuk dikaji secara mendalam.

Pihak kepolisian hanya fokus pada kasus kecelakaan di perlintasan sebidang.

Sedangkan, kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

EVAKUASI KORBAN - Kondisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
EVAKUASI KORBAN – Kondisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Kesaksian Warga

Fadli (25), saksi mata kecelakaan kereta di sekitaran area Stasiun Bekasi Timur menceritakan kronologi kejadian.

Fadli merupakan warga sekitar perlintasan kereta di Jalan Ampera, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ketika itu, Fadli baru saja pulang kerja.

Fadli melihat ada satu unit mobil listrik milik salah satu perusahaan taksi berwarna hijau mengalami mogok di tengah perlintasan kereta.

Menurutnya, mobil listrik mengalami mogok sebelum ada tanda-tanda akan adanya kereta yang melintas.

Namun, kata Fadli, upaya beberapa warga untuk mendorong mobil tersebut tidak berhasil karena kendaraan roda empat itu sulit digerakkan.

“Dari arah Timur, dari Bulak Kapal, kereta KRL masuk, nah nabraklah (kereta tabrak taksi). Sekitar 5-10 meter itu berhenti kereta,” ujarnya kepada Tribunnews.com, Selasa.

Fadli melanjutkan, ada rangkaian KRL di jalur 1 yang hendak mengarah dari Barat ke Timur.

Katanya, rangkaian KRL dari arah Barat tersebut terlihat berhenti di Stasiun Bekasi Timur karena melihat adanya kerumunan warga yang menghalangi perlintasan di jalur 1.

“Kan dari sana ada kereta juga jalur satu dari arah Barat, ada KRL di stasiun. Kondisinya di sini (perlintasan kereta Jalan Ampera) kan ramai, orang ngumpul di sini lihat mobil ditabrak.”

“Di jalur satu itu yang tadinya KRL mau berangkat, jadi enggak berangkat,” tambah Fadli.

Tak disangka beberapa menit kemudian, menurutnya, ada rangkaian kereta jarak jauh yang juga melintas di jalur 1 dari arah Barat menuju ke Timur dan hendak melewati Stasiun Bekasi Timur.

Kereta jarak jauh itu, kata Fadli, langsung menghantam KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Korban Tewas Jadi 16 Orang

Polda Metro Jaya menyampaikan korban meninggal dunia atas insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menjadi 16 orang.

“Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang, kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Adapun kasus kecelakaan beruntun kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, saat ini masih diselidiki.

Peristiwa tragis ini melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Budi memastikan proses penyelidikan dan penyidikan tengah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *