TORAJA UTARA, – Sebagai wujud kepedulian akan generasi muda, dan keberlanjutan budaya Toraja dari pengaruh penyakit sosial puluhan ribu masyarakat Sangtorayaan, hadiri doa bersama Sangtorayaan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Toraja, Sabtu (25/4/26) yang digelar di Lapangan Bakti Rantepao, kabupaten Toraja Utara.
Kegiatan tersebut dihadiri bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, wakil bupati, Andrew Branch Silambi, anggota DPR RI dari fraksi Demokrat, Frederik Kalalembang, Forkopimda, dan tokoh agaka dedominasi agama yang ada, dan bergantian menyampaian seruan serta doa. Dan juga dihadiri mahasiswa, dan siswa-siswa yang ada di Toraja.
Menurut ketua FKUB Toraja, Pdt. Musa Salusu kepada media disela-sela kegiatan memberi apresiasi masyarakat dam smeua pihak atas kepedulian masyarakat akan keberlanjutan bangsa ini, hal ini terbukti dengan antusias dari masyarakat yang datang secara sukarela.
Dirinya berharap dengan kegiatan ini bisa mendorong pemerintah untuk membuat Peraturan Daerah (perda) yang mengatur tentang budaya Toraja, agar bisa terus dilestarikan dan meminimalis kejahatan sosial yang ada. Dan karena proses untuk pembentukan Perda butuh waktu, sehingga langkah yang perdibuat minimal membuat Perturan Bupati.
” melihat masalah sosial yang terjadi, berharap DPRD bersama pemkab mengeluarkan perda, untuk perlindungan adat budaya Toraja, dan perlindungan generasi muda. Walaupun kami sadar bahwa penetapan perda butuh waktu, sehingga dibutuhkan Peraturan bupati ” terang Musa yang juga merupakan mantan ketua BPS Gereja Toraja.

Senada dengan itu ketua Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Pdt. Alfred Anggui kepada media juga mengapresiasi masyarakat sangtorayaan yang datang dati semua lapisan masyarakat yang relah berpanas-panas bahkan membawah bekal sendiri, semua datang dengan kerelahan untuk melihat perubahan Toraja, agar 10 tahun kedepan kita bisa melihat perubahan, Toraja bisa menghasilkan generasi terbaik.
” kita berharap kegiatan hari ini, menjadi mementum agar semua masyarakat Toraja bergandengan tangan berdoa, dan memastikan perubahan Toraja kedepan semakin baik ” kata Alfred.
Sementara itu, bupati Toraja Utara, Frederik Victor P. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada FKUB yang mengadakan kegiatan doa dan kepada masyarakat yang datang dari berbagai penjuru untuk bersama-sama berdoa.
Dirinya mengatakan bahwa pemkab bersama forkopimda yang ada mendukung apa langkah yang dilakukan hari ini, berdoa bersama untuk Toraja yang lebih baik kedepan. Dan pemkab dalam beberapa program di OPD terkait untuk meminimalis adanya penyakit sosial yang ada.
“Komitmen bersama terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba, penyebaran narkoba, perjudian termasuk yang dibungkus dengan ritus adat, terlebih yang teroganisir dan yang menghadirkan anak-anak usia sekolah. Dan juga konsiten untuk penertiban tempat hiburan malam yang menghadirkan pekerja seks komersil. Hal ini menjadi harga mati bagi kita semua ” tegas Frederik atau yang akrab disapa Dedy.
Dirinya menambahkan bahwa untuk membawah perubahan, dibutuhkan keterlibatan semua pihak tidak hanya pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tetapi semua pihak harus mengambil peranan.
Dirinya berharap kegiatan hari ini bisa membawah perubahan kedepan. Dan mengajak semua untuk terus menjaga adat budaya, generasi muda dan juga menjaga Toraja agar selalu hidup rukun dan sejahtera. (SER).

















