Toraja — Dua generasi muda Toraja, Ripal Palayukan dan Eklesia Dwi Adrylin, ambil bagian dalam ajang Putra Putri Budaya Sulawesi Selatan 2026 yang digelar di Palopo pada 22–25 April 2026.
Dalam ajang tersebut, Ripal mengangkat nilai budaya Tongkonan sebagai simbol persatuan dan identitas masyarakat Toraja. Siswa SMAN 2 Toraja Utara (Torut) itu menilai Tongkonan bukan sekadar rumah adat, melainkan warisan leluhur yang sarat makna kebersamaan dan tanggung jawab.
“Dari Tongkonan saya belajar arti kebersamaan dan penghormatan. Namun kini banyak yang mulai ditinggalkan, bukan hanya bangunannya tetapi juga nilai di dalamnya ” kata Rival, kepada media, Jumat, 24 April 2026.
Dirinya mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan budaya kepada dunia.
Sementara itu, Eklesia mempresentasikan tarian Pa’gellu Tua yang mulai jarang ditampilkan dalam upacara Rambu Tuka’. Menurutnya, tarian tersebut merupakan simbol kegembiraan dan rasa syukur masyarakat Toraja.
“Melestarikan Pa’gellu Tua berarti menjaga identitas dan jati diri. Jangan sampai budaya kita hilang karena kurangnya kepedulian,” kata Eklesia yang juga Duta Pa’gellu Tua Toraja 2024.
Ajang Putra Putri Budaya Sulsel 2026 bertujuan menjaring generasi muda berintegritas sebagai representasi kearifan lokal sekaligus mendorong pelestarian budaya di Sulawesi Selatan. (CER).
Keterangan gambar :
Dua Putra/Putri yang mewakili Toraja dalam anjang putra putru Budaya Sulsel 2026 di Palopo.

















