Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Bentrok Warga di Luwu Sulsel, Rumah Dibakar, Jalan Trans Sulawesi Lumpuh

×

Bentrok Warga di Luwu Sulsel, Rumah Dibakar, Jalan Trans Sulawesi Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Luwu – Bentrok antarwarga kembali pecah di wilayah Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Jumat (24/4/2026) dini hari. Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.00 Wita itu sempat berlangsung hingga pagi hari dan memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Warga yang berada di sekitar lokasi menyebut situasi berlangsung mencekam. Selain aksi saling serang antar kelompok, beberapa kali terdengar letusan yang diduga berasal dari senjata rakitan jenis Papporo.

Example 300x600

Tak hanya itu, bentrokan juga dilaporkan melibatkan penggunaan busur panah, hingga senjata tajam berupa parang maupun badik.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga mengalami luka-luka. Namun hingga kini belum ada data resmi terkait jumlah korban maupun kondisi mereka. Di tengah konflik yang berlangsung, satu unit rumah warga juga dilaporkan dibakar oleh salah satu kelompok yang terlibat bentrok.

Dampak bentrokan turut meluas hingga ke jalur utama. Arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi yang melintasi wilayah Walenrang sempat lumpuh total. Kendaraan dari arah Palopo menuju Makassar maupun sebaliknya tertahan di sejumlah titik karena pengendara memilih menghentikan perjalanan demi alasan keselamatan.

 

Situasi Terkini

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, memastikan bahwa situasi kini telah berangsur kondusif. Ia menyebut bentrokan antara kedua kelompok warga sudah mereda, sehingga kendaraan yang sebelumnya tertahan sudah kembali bisa melintas di jalur Trans Sulawesi.

“Arus lalin sudah lancar,” kata Adnan kepada Liputan6.com, Jumat (24/4/2026) pukul 10.30 Wita.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap bersiaga di lokasi guna menjaga stabilitas keamanan. Ia juga tengah memikirkan strategi agar kedua kelompok tak lagi bertikai.

“Bentrok kedua belah pihak sudah berhenti namun terus kami antisipasi agar benar-benar kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemerhati Publik Kabupaten Luwu, Ismail Ishak, mendesak adanya evaluasi serius terhadap penanganan konflik yang terus berulang di wilayah tersebut. Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan belum optimalnya upaya pencegahan yang dilakukan selama ini.

Ia menilai, bentrokan antarwarga tidak hanya menimbulkan korban luka dan kerugian material, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya aktivitas ekonomi dan lumpuhnya jalur transportasi utama.

“Ini bukan lagi kejadian pertama. Bentrok terus berulang dan masyarakat selalu menjadi korban. Harus ada evaluasi serius terhadap penanganan keamanan di wilayah ini,” tegasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *