Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Dua Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus di Lebanon

×

Dua Tentara Israel Dipenjara Usai Hancurkan Patung Yesus di Lebanon

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tel Aviv – Dua tentara Israel telah dicopot dari tugas tempur dan dijatuhi hukuman 30 hari penjara setelah salah satu dari mereka menghancurkan patung Yesus di Lebanon selatan menggunakan palu godam, sementara yang lain merekam aksinya. Demikian disampaikan oleh militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF).

Sebuah gambar yang beredar di media sosial menunjukkan seorang tentara Israel menggunakan palu godam untuk menghantam kepala patung Yesus yang disalibkan, yang telah jatuh dari salibnya di sebuah desa Kristen di Lebanon selatan, dekat perbatasan dengan Israel. Gambar tersebut memicu kemarahan di kalangan komunitas Kristen di seluruh dunia.

Example 300x600

Setelah memastikan keaslian foto tersebut, IDF meluncurkan penyelidikan. Hasil penyelidikan seperti dikutip dari laporan The Guardian menyimpulkan bahwa tindakan para tentara sepenuhnya menyimpang dari perintah dan nilai-nilai IDF.

IDF menyatakan telah mencopot kedua tentara—yakni yang merusak patung dan yang merekam aksi tersebut—dari tugas tempur serta menjatuhkan hukuman 30 hari penjara militer kepada mereka.

Menurut kelompok hak asasi manusia, jenis hukuman ini tergolong relatif jarang dijatuhkan di militer Israel.

Pada 2025, kelompok pemantau konflik Action on Armed Violence menyatakan bahwa Israel menutup atau membiarkan tidak terselesaikan 88 persen kasus dugaan pelanggaran di Gaza dan Tepi Barat. Dalam kasus terbaru, tuntutan terhadap tentara yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang tahanan Gaza juga telah dicabut.

Penyelidikan atas insiden perusakan patung Yesus menemukan fakta lain, yakni enam tentara lainnya berada di lokasi kejadian dan tidak bertindak untuk menghentikan insiden atau melaporkannya.

“Para tentara lainnya yang hanya menyaksikan telah dipanggil untuk menjalani klarifikasi. Setelah itu, langkah lanjutan di tingkat komando akan ditentukan,” kata IDF.

IDF menambahkan pula bahwa prosedur terkait perilaku terhadap institusi dan simbol keagamaan telah ditegaskan kepada para tentara sebelum mereka memasuki wilayah terkait dan akan kembali ditegaskan kepada seluruh pasukan di wilayah tersebut setelah insiden ini.

Militer Israel kemudian mengunggah foto pengganti patung Yesus di media sosial. IDF menyatakan bahwa penggantian tersebut dilakukan oleh pasukan dalam koordinasi penuh dengan komunitas setempat.

 

 

Peringatan kepada Netanyahu

Warga setempat mengatakan bahwa patung tersebut sebelumnya berdiri di atas salib di luar rumah sebuah keluarga di pinggiran Debel, salah satu dari sedikit desa yang masih dihuni warga sipil meskipun perang antara Israel dan Hizbullah masih berlangsung.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku dirinya terkejut dan sedih atas insiden ini. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyampaikan permintaan maaf kepada setiap umat Kristen yang perasaannya terluka.

Aksi perusakan patung Yesus menuai kecaman di Lebanon dan secara internasional, termasuk dari tokoh-tokoh yang terkait dengan Vatikan.

Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, pada Senin (20/4) menyampaikan kemarahan mendalam dan kecaman keras atas penodaan serta penghancuran patung tersebut. Dalam pernyataan yang ditandatanganinya, Majelis Ordinariat Katolik Tanah Suci menyebut tindakan itu sebagai penghinaan serius terhadap iman Kristen serta bagian dari “insiden lain yang dilaporkan terkait penodaan simbol-simbol Kristen”.

Menanggapi perusakan patung Yesus, Uskup Agung Vincenzo Paglia mengatakan kepada penyiar Italia La7, “Saya ingin mengingatkan Benjamin Netanyahu bahwa Yesus sendiri pernah pergi ke Tirus dan Sidon, di Lebanon selatan. Namun ia tidak pergi ke sana untuk membunuh; ia pergi untuk melipatgandakan roti, menyembuhkan, melakukan mukjizat—bukan untuk menghancurkan.”

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee, yang juga seorang pendeta Baptis, menyatakan di platform X bahwa konsekuensi yang cepat, tegas, dan terbuka sangat diperlukan.

Umat Kristen diperkirakan mencakup sekitar sepertiga dari populasi Lebanon yang berjumlah sekitar 5,5 juta jiwa. Ribuan di antaranya telah mengungsi dari rumah mereka di wilayah selatan selama perang yang dilancarkan Israel sejak 2 Maret, yang menurut otoritas Lebanon telah menewaskan 2.290 orang, termasuk 177 anak-anak dan 100 tenaga kesehatan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *