Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Banjir Solo-Sukoharjo: Ratusan KK Terdampak, Wali Kota Turun Tangan

×

Banjir Solo-Sukoharjo: Ratusan KK Terdampak, Wali Kota Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sejak Selasa (14/4/2026) malam hingga Rabu (15/4/2026), setelah hujan deras mengguyur kawasan Solo Raya tanpa henti.

Air yang terus meninggi memaksa ratusan warga bertahan di tengah genangan, sementara sebagian lainnya harus mengungsi demi keselamatan.

Example 300x600

Berdasarkan data sementara yang dilansir Antara, banjir di Solo mulai terjadi sekitar pukul 21.42 WIB dan merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Serengan, Pasar Kliwon, serta Laweyan.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga mencapai pinggang orang dewasa.

Jumlah warga terdampak pun tidak sedikit. Di Kelurahan Pajang tercatat 77 kepala keluarga (KK) terdampak, disusul Joyosuran sebanyak 117 KK, Tipes 31 KK, Joyontakan 15 KK, Sondakan 13 KK, serta Panularan dengan jumlah tertinggi mencapai 187 KK.

Tak hanya di Solo, banjir juga meluas ke wilayah Sukoharjo. Genangan air dilaporkan merendam Desa Cemani, Kecamatan Grogol.

Hingga saat ini, pendataan jumlah warga terdampak di wilayah tersebut masih terus dilakukan oleh petugas.

Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Surakarta Respati Ardi turun langsung meninjau lokasi banjir, salah satunya di Kecamatan Laweyan.

Ia memastikan kondisi warga dalam keadaan aman sekaligus mengecek langsung kebutuhan mendesak di lapangan.

Setelah meninjau titik banjir, Respati juga mendatangi lokasi pengungsian sementara di RT 3 RW 5 Kelurahan Bumi. Di lokasi tersebut, ia berinteraksi dengan warga yang terdampak sekaligus memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Respati, telah mengoordinasikan bantuan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.

Bantuan yang disalurkan meliputi makanan, obat-obatan, selimut, hingga tikar untuk kebutuhan dasar para pengungsi.

“Dini hari ini berada di Laweyan di daerah terdampak banjir. Yang pertama saya memastikan kebutuhan warga yang terdampak terpenuhi dulu dan ini saya sudah meminta kepada BPBD dan Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Respati, dikutip dari Antara.

Ia juga mengimbau masyarakat yang terdampak banjir untuk segera melapor agar dapat segera ditangani.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan petugas untuk melakukan evakuasi ke lokasi pengungsian jika diperlukan.

“Silakan bagi warga yang terdampak untuk melaporkan, dan kami dengan BPBD dan kecamatan akan menindaklanjuti. Saya juga sudah meminta agar ada petugas-petugas untuk mengevakuasi warga ke tempat pengungsian,” katanya.

Dalam penanganan banjir ini, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas. Mereka diprioritaskan dalam proses evakuasi maupun distribusi bantuan.

Hingga kini, kondisi di sejumlah wilayah masih dipantau. Proses pendataan dan penanganan terus dilakukan.

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *