Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Kereta Bangunkarta Anjlok di Bumiayu Brebes, KAI Minta Maaf, Masih Selidiki Penyebabnya

×

Kereta Bangunkarta Anjlok di Bumiayu Brebes, KAI Minta Maaf, Masih Selidiki Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Insiden anjloknya kereta api kembali mendambah daftar panjang kecelakaan transportasi di Tanah Air. Hal itu, memicu kekhawatiran publik terhadap keselamatan transportasi massal.

Terkini, Kereta Api (KA) Bangunkarta anjlok di jalur Bumiayu, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.

Example 300x600

KA Bangunkarta yang dimaksud adalah kereta api relasi Jombang-Pasarsenen.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, mengonfirmasi kejadian anjloknya KA Bangunkarta ini.

Menurutnya, kecelakaan terjadi di KM 312+1, tepatnya di wesel 21A dan 21B Emplasemen Bumiayu.

Imbas kejadian tersebut, jalur kereta api lintas selatan pun lumpuh total

Petugas KAI Pastikan Keselamatan Perjalanan KA

Pihak KAI pun langsung menangani situasi darurat di lokasi kejadian dan fokus pada proses evakuasi rangkaian kereta yang anjlok.

“Begitu informasi diterima, seluruh Tim Tanggap Darurat KAI Daop 5 Purwokerto langsung bergerak cepat untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan,” katanya, dilansir Tribunbanyumas.com.

Lebih lanjut, M As’ad Habibuddin menjelaskan, kini petugas di lapangan tengah melakukan penanganan intensif.

Seperti memastikan keselamatan perjalanan kereta api lain serta mempercepat proses evakuasi rangkaian KA Bangunkarta.

Sebab, insiden kereta yang anjlok membuat jalur kereta api di lokasi lokasi kejadian tak dapat dilalui.

Meski demikian, KAI mengupayakan penanganan maksimal agar perjalanan kembali normal, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.
PT KAI Daop 5 Purwokerto pun menyiapkan 10 bus untuk evakuasi penumpang KA Bangunkarta.

KAI Minta Maaf

Masih mengutip Tribun Banyumas, pihak KAI turut menyampaikan permintaan maaf atas insiden kereta anjlok ini.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan KA Bangunkarta akibat gangguan perjalanan ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, KAI mengimbau seluruh penumpang tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Terkait penyebab kereta anjlok, KAI menegaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap penyelidikan.

Kereta Anjlok 2025

Rentetan kasus kereta api anjlok sebelumnya juga terjadi pada tahun 2025.

Pada 1 Agustus 2025 lalu, Kereta Api Argo Bromo dari Surabaya tujuan Gambir, Jakarta, anjlok di Pegaden, Subang, Jawa Barat, mengalami anjlok pada lima gerbang.

Insiden anjloknya kereta api Purwojaya relasi Gambir-Cilacap di Stasiun Kedunggedeh, Bekasi, Jawa Barat juga terjado pada Sabtu (25/10/2025).

Merespons rentetan kasus anjloknya kereta ini, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendesak Kementerian Perhubungan melakukan audit keselamatan independen untuk memastikan objektivitas rekomendasi perbaikan layanan kereta api di tanah air.

“Kasus kereta api anjlok dalam beberapa bulan terakhir terus terjadi. Agustus lalu setidaknya ada tiga kasus yakni anjloknya KA Argo Bromo di Subang, KRL di Stasiun Jakarta Kota, lalu ada Kereta Kuala Stabas di Lampung.”

“Bulan ini (Oktober) kembali terjadi yakni Kereta Purwojaya di Kedunggede Bekasi. Meski tidak ada korban jiwa tetapi kasus ini tidak bisa dianggap sepele,” kata Syaiful Huda, Minggu, (26/10/2025).

Huda menilai, kereta api merupakan tulang punggung transportasi nasional.

Berdasarkan data BPS rata-rata jumlah total penumpang kereta api per tahun mencapai ratusan juta.

Oleh karena itu, tingginya jumlah penumpang per tahun itu, menurut Huda, harusnya dimaknai betapa kereta api telah menjadi tulang punggung transportasi nasional.

Sehingga setiap insiden kecelakaan KA harus menjadi fokus perhatian untuk evaluasi dan perbaikan.
Huda menegaskan, tingginya intensitas kereta anjlok merupakan bentuk krisis keselamatan transportasi di Tanah Air.

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *