Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Panas! Iran Tolak Ultimatum Trump, Balas dengan Ancaman “Neraka” yang Lebih Mengerikan

×

Panas! Iran Tolak Ultimatum Trump, Balas dengan Ancaman “Neraka” yang Lebih Mengerikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Iran secara tegas menolak ultimatum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital negara tersebut jika tidak menyepakati perjanjian damai dalam waktu 48 jam. Penolakan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama enam pekan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan penolakan disampaikan oleh Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi dari Markas Pusat Khatam al-Anbiya. Ia menyebut ancaman Trump sebagai tindakan yang “putus asa, gugup, tidak seimbang, dan bodoh”. Dalam nada keras, ia juga memperingatkan bahwa pesan tersebut secara sederhana berarti “pintu-pintu neraka akan terbuka” bagi Amerika Serikat.

Example 300x600

Iran juga mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat dan Israel bahwa seluruh kawasan Timur Tengah dapat berubah menjadi “neraka” apabila serangan terus meningkat. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer dan minimnya peluang perundingan damai antara pihak-pihak yang terlibat.

Sebelumnya, Presiden Trump melalui platform Truth Social kembali menegaskan ultimatum yang pernah ia sampaikan pada 26 Maret lalu. Dalam pernyataannya, ia memberi waktu 48 jam kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi konsekuensi besar. “Waktu hampir habis — 48 jam sebelum neraka akan turun kepada mereka,” tulisnya.

Di sisi lain, situasi semakin kompleks dengan adanya laporan seorang pilot militer Amerika Serikat yang masih hidup dan diyakini berada di wilayah Iran setelah pesawat tempur yang dikemudikannya jatuh. Upaya pencarian terhadap personel tersebut masih berlangsung di tengah kondisi konflik yang semakin memanas.

Konflik yang kini memasuki pekan keenam ini juga memunculkan tekanan domestik di Amerika Serikat, dengan sejumlah jajak pendapat menunjukkan rendahnya dukungan publik terhadap perang yang sedang berlangsung. Hal ini menambah beban politik bagi pemerintahan Trump di tengah meningkatnya risiko eskalasi regional.

Hingga kini, belum terlihat tanda-tanda deeskalasi, sementara retorika keras dari kedua belah pihak terus memperbesar potensi konflik yang lebih luas di kawasan strategis tersebut.

Sumber : https://www.thehindu.com/news/international/iran-command-rejects-trumps-helpless-nervous-ultimatum/article70825734.ece

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *