Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Cegah Kehancuran seperti di Gaza, Presiden Lebanon Serukan Perundingan dengan Israel

×

Cegah Kehancuran seperti di Gaza, Presiden Lebanon Serukan Perundingan dengan Israel

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Presiden Lebanon Joseph Aoun kembali menyerukan negosiasi dengan Israel, Minggu (5/4/2026).

Sejak permusuhan meletus bulan lalu antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, lebih dari 1.400 orang telah tewas di Lebanon, dan lebih dari 1 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Example 300x600

Sementara itu, hingga awal April 2026, jumlah korban tewas akibat perang Gaza telah melampaui 72.000 orang sejak 7 Oktober 2023.

Joseph Aoun mengatakan ia ingin menyelamatkan wilayah selatan negaranya dari kehancuran dalam skala yang sama seperti yang terjadi di Gaza.

“Memang benar bahwa Israel mungkin ingin melakukan di Lebanon selatan apa yang mereka lakukan di Gaza,” kata Aoun dalam pidato yang disiarkan televisi, Minggu, dilansir Arab News.

Pernyataan ini disampaikan setelah Israel melancarkan serangan udara dan serangan darat terhadap Hizbullah, menghancurkan beberapa desa di Lebanon selatan.

“Gaza hancur, lebih dari 70.000 orang tewas, dan mereka akhirnya duduk dan bernegosiasi, jadi mengapa kita tidak bernegosiasi setidaknya sampai kita dapat menyelamatkan rumah-rumah yang belum hancur?” tambahnya.

Warga Lebanon Rayakan Paskah di Tengah Perang

Diperkirakan sekitar sepertiga dari populasi Lebanon yang berjumlah sekitar 5,5 juta jiwa adalah umat Kristen.

Dikutip dari AP News, Lebanon memiliki proporsi umat Kristen terbesar dibandingkan negara-negara lain di wilayah Arab.

Warga desa Kristen yang tetap tinggal di Lebanon selatan mengabaikan peringatan evakuasi menyeluruh dari Israel untuk daerah tersebut, semakin membentuk kelompok-kelompok terisolasi yang dikelilingi oleh bentrokan sengit.

Meskipun penduduk desa di Alma al-Shaab pernah mengungsi sebelumnya, dalam perang Israel-Hezbollah tahun 2024, kali ini mereka bersikeras tidak akan pergi, bahkan ketika serangan udara semakin mendekat.

Para penduduk desa berlindung di gereja mereka untuk mencari perlindungan saat pesawat tempur Israel membombardir sebagian besar wilayah Lebanon selatan dan timur, sementara pasukan Israel meningkatkan invasi darat dan Hizbullah terus menembakkan roket ke Israel.

Dalam khotbah Paskah tahunannya, Patriark Beshara al-Rai dari Gereja Maronit Lebanon menyalahkan baik Hizbullah maupun Israel atas penderitaan yang disebabkan oleh perang tersebut.

“Negara ini sedang mengalami situasi kritis akibat campur tangan Iran melalui Hizbullah dan agresi Israel,” katanya, Minggu.

“Hati kami berduka atas para korban konflik yang dipaksakan kepada Lebanon,” lanjutnya.

Bagi banyak umat Kristen Lebanon, mengunjungi makam orang-orang terkasih pada Sabtu Suci — hari di antara Jumat Agung, yang memperingati penyaliban dan kematian Yesus, dan Minggu Paskah, yang menandai kebangkitan-Nya menurut Injil — adalah sebuah tradisi.

SERANGAN UDARA ISRAEL - Tangkapan layar detik-detik Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di Lebanon selatan pada Kamis (6/11/2025). Israel mengklaim kelompok militan Hizbullah telah berusaha membangun kembali infrastruktur militernya di wilayah tersebut.
SERANGAN UDARA ISRAEL – Tangkapan layar detik-detik Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di Lebanon selatan pada Kamis (6/11/2025). Israel mengklaim kelompok militan Hizbullah telah berusaha membangun kembali infrastruktur militernya di wilayah tersebut. (YouTube ABC News)

Tahun ini umat Kristen yang mengungsi hanya bisa merenung dari kejauhan.

Marius Khairallah, seorang pastor di Kota Tyre, Lebanon selatan, tempat sebagian besar komunitas Kristen bertahan, mengatakan bahwa dia dan jemaatnya tetap tinggal “bukan karena keras kepala, tetapi karena rasa misi, untuk tetap berada di samping sesama umat beriman, sebagai saksi.”

“Sejumlah besar jemaat telah mengungsi atau tidak hadir,” katanya.

“Namun gereja-gereja masih membuka pintunya. Doa-doa masih dipanjatkan — meskipun dengan jumlah jemaat yang lebih sedikit,” tambah dia.

Kekhawatiran meningkat di kalangan umat Kristen di daerah tersebut seiring dengan mundurnya tentara Lebanon — yang berupaya tetap netral dalam perang Israel-Hizbullah — dari sebagian wilayah Lebanon selatan, sehingga mereka rentan terhadap pasukan Israel yang terus maju lebih dalam ke wilayah tersebut.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *