Hanya empat kapal dilaporkan berhasil menembus blokade di Selat Hormuz di tengah konflik Iran, menandai terbatasnya pemulihan jalur energi global.
Laporan The Guardian, dikutip Sabtu (4/4/2026), menyebut satu kapal kontainer milik perusahaan Prancis CMA CGM dan tiga kapal tanker terkait Oman telah keluar dari Teluk meski risiko keamanan masih tinggi.
Financial Times melaporkan kapal CMA CGM Kribi menjadi kapal pertama dari perusahaan pelayaran Barat yang melintasi selat sejak konflik pecah pada akhir Februari.
Kapal berbendera Malta tersebut terdeteksi mengaktifkan transponder di dekat Dubai sebelum melintas melalui rute sekitar Pulau Larak di dekat pantai Iran.
Tiga kapal tanker lainnya, termasuk LNG Sohar milik Mitsui OSK Lines, juga dilaporkan berhasil melewati jalur tersebut.
BBC menegaskan kapal ini menjadi yang pertama dari perusahaan besar Eropa Barat yang menembus jalur vital sejak konflik Iran dengan AS-Israel memanas.
Jalur Energi Dunia Masih Tersendat
Meski Iran menyatakan kapal “tidak bermusuhan” dapat melintas, serangan sebelumnya membuat aktivitas pelayaran global anjlok tajam.
Data menunjukkan kapal-kapal yang melintas memilih jalur dekat pantai Oman untuk menghindari ancaman keamanan.
Selat Hormuz sendiri mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, sehingga gangguan langsung memicu lonjakan harga energi global.
Ancaman Krisis Pangan Menguat
Selain energi, dampak juga menjalar ke sektor pangan karena sekitar sepertiga perdagangan bahan baku pupuk dunia melewati jalur tersebut.
Lloyd’s List mencatat sekitar 200 kapal sempat terjebak saat konflik memuncak, sementara lalu lintas turun hingga 95 persen dari kondisi normal.
Meski demikian, data BBC Verify menunjukkan sekitar 100 kapal masih berhasil melintas hingga akhir Maret dalam jumlah terbatas.
Tekanan Global ke Iran Meningkat
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper menyatakan diperlukan langkah internasional terkoordinasi untuk menekan Iran membuka kembali selat.
Ia juga menolak wacana pungutan biaya tinggi bagi kapal yang melintas, yang disebut sebagai “gerbang tol Teheran”.
PBB kini mempertimbangkan pembukaan koridor kemanusiaan untuk memastikan distribusi pupuk dan mencegah krisis pangan global.
Para pemimpin dunia dijadwalkan bertemu pekan depan guna membahas pengamanan jalur, termasuk pembersihan ranjau laut.
AS Klaim Bisa Buka Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya dapat membuka kembali Selat Hormuz meski membutuhkan waktu.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui Truth Social di tengah meningkatnya tekanan global terhadap jalur energi dunia.
Hingga kini, Selat Hormuz masih menjadi titik krusial dalam konflik, dengan dampak langsung terhadap pasar energi dan ketahanan pangan global.

















