Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong penambahan tenaga ahli kesehatan lingkungan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan optimal dan aman bagi masyarakat.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus mengatakan, Kemenkes telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas kebutuhan tenaga ahli di lapangan. Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan lingkungan sangat dibutuhkan guna mengawasi aspek sanitasi dan keamanan pangan dalam penyelenggaraan MBG.
“Kami tiga hari lalu bertemu dengan BGN dan meminta agar ditambah tenaga ahli. Saya bilang harus ada satu lagi, yaitu ahli kesehatan lingkungan,”kata Benjamin dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 19 Oktober 2025.
Benjamin juga menyoroti penggunaan makanan kemasan dalam pelaksanaan program MBG. Ia mengingatkan bahwa konsumsi makanan olahan berisiko memicu penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, sehingga perlu dikendalikan.
“Kami menyarankan agar menu MBG lebih banyak berupa makanan yang dimasak langsung, karena kualitas dan keamanannya lebih terjamin dibandingkan makanan kemasan,”jelasnya.
Selain untuk memperbaiki gizi masyarakat, Benjamin menilai program MBG juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, karena bahan makanan dapat dipasok dari pelaku usaha kecil di daerah.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Wamenkes telah diberi mandat untuk memastikan pelaksanaan MBG di seluruh SPPG berjalan sesuai standar kesehatan.
“Tugas Dokter Benny adalah memastikan di setiap SPPG ada ahli kesehatan lingkungan. Program MBG ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dengan adanya tenaga ahli yang menjaga kualitas dan keamanan pangan,”ujar Budi.
Editor: Redaktur TVRINews

















