Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Kemenkes Turun Tangan Selidiki Kasus Kematian Dokter Internship di RSUD Pagelaran Cianjur

×

Kemenkes Turun Tangan Selidiki Kasus Kematian Dokter Internship di RSUD Pagelaran Cianjur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dunia kesehatan di Kabupaten Cianjur tengah diselimuti duka sekaligus diselimuti misteri. Seorang dokter muda berinisial AMW (26), yang merupakan alumni Universitas Indonesia (UI) dan bertugas sebagai dokter internship di RSUD Pagelaran, meninggal dunia dengan dugaan awal suspek campak.

Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur masih menunggu hasil pemeriksaan sampel serum darah dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat guna memastikan penyebab pasti meninggalnya dokter muda tersebut.

Example 300x600

Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, menjelaskan bahwa AMW (26) telah bertugas di RSUD Pagelaran sejak satu bulan terakhir, dan sebelumnya juga sempat mengabdi di puskesmas.

“Kami belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darah di Labkesda Bandung, kalau sudah keluar baru kita dapat pastikan penyebab meninggalnya dokter AMW,” kata Made Setiawan, dilansir dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Baca Juga:12 Rumah di Kampung Pasekon Cianjur Hangus Terbakar, 18 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Bahkan ungkap dia, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap keluarga dan orang terdekat yang sempat melakukan kontak langsung dengan almarhum guna memastikan kondisi kesehatan mereka termasuk memberikan vitamin.

“Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan penelusuran terhadap keluarga dan orang yang kontak langsung dengan almarhum sebelum meninggal, guna memastikan kondisi kesehatan mereka,” katanya.

Seperti diberitakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pihak terkait akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) pada Jumat, merespons meninggalnya seorang dokter laki-laki berinisial AMW (26 tahun) di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat suspek penyakit campak.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Kemenkes Muhawarman, mengatakan almarhum dilaporkan mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat. Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya.

Kemenkes menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tenaga medis tersebut dan dia mengatakan kasus tersebut mengingatkan bahwa penyakit campak bukan hanya dapat menyerang anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi campak tetap memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal.

Aji menjelaskan pihak RSUD Cimacan telah melakukan penanganan medis sesuai standar pada 26 Maret 2026. Namun demikian pasien kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah pihak RS mengupayakan penanganan maksimal.

Tim kesehatan, kata Aji, akan melakukan penelusuran kontak erat, mencari sumber penularan, melakukan penilaian risiko dan memberikan vitamin A guna mencegah penularan lebih luas di wilayah setempat.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak. Dia mendorong untuk segera melengkapi status imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah gejala berat dan kematian akibat penyakit campak.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *