Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un berikrar akan menegaskan status negaranya sebagai kekuatan nuklir.
Kim Jong-un menilai pengembangan senjata nuklir Korea Utara adalah langkah yang tepat untuk melawan potensi ancaman dari “imperialis.”
Hal tersebut disampaikan Kim Jong-un dalam pidato di parlemen Korea Utara, Senin (23/3/2026), yang dirilis media Pyongyang, KCNA, Selasa (23/3).
Parlemen Korea Utara dilaporkan bersidang untuk mengamandemen konstitusi.
KCNA melaporkan parlemen Korea Utara mengesahkan amandemen konstitusi usai bersidang selama dua hari. Namun, pemerintah Korea Utara tidak merilis detail amandemen yang dilakukan.
Dalam pidatonya, Kim Jong-un juga kembali menegaskan sikap keras terhadap Korea Selatan.
Pemimpin Korea Utara itu menyebut Korea Selatan sebagai negara “musuh utama.”
Kim Jong-un pun turut mengecam Amerika Serikat (AS) dengan menyinggung perang di Iran.
Kim menuduh AS meluncurkan “agresi dan terorisme negara” secara global.
Selain itu, Kim menegaskan Korea Utara akan mengambil peran yang lebih aktif dalam memusuhi AS.
Namun, Kim mengakui pihaknya siap jika musuh “memilih konfrontasi atau koeksitensi yang damai.”
“Martabat bangsa kita, kepentingan nasional, dan kemenangan hanya bisa dijamin dengan kekuatan terdahsyat,” kata Kim Jong-un dikutip KCNA via Associated Press.
“Pemeirintah republik kita akan terus mengonsolidasikan status sebagai kekuatan nuklir dan secara agresif akan berjuang melawan pasukan musuh untuk menghancurkan skema dan provokasi mereka.”

















