Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Pemprov PBD Ambil Langkah Tegas, Siap Jamin Keamanan Nakes di Tambrauw

×

Pemprov PBD Ambil Langkah Tegas, Siap Jamin Keamanan Nakes di Tambrauw

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorong – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) telah mengambil langkah tegas untuk memberikan rasa aman kepada tenaga kesehatan (Nakes) dan masyarakat di Kabupaten Tambrauw.

Langkah tegas tersebut sebagai respon atas peristiwa tragis yang terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (16/3/2026).

Example 300x600

Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang dilakukan orang atau kelompok tak dikenal (OTK) tersebut.

Wakil Gubernur Ahmad Nausrau Ahmad Nausrau mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa teror yang dilakukan orang tak dikenal hingga menewaskan satu tenaga kesehatan (Nakes) dan Edwin warga sipil asal Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kampung Jokba, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw, Senin (16/3/2026).

“Kami menilai peristiwa ini mencerminkan hilangnya rasa kemanusiaan, terlebih karena tindakan tersebut dilakukan oleh orang yang tidak dikenal. Oleh karena itu, sekali lagi kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah tragis yang menimpa satu tenaga kesehatan dan satu warga sipil di Kabupaten Tambrauw,” ungkapnya dalam keterangan pers, Rabu (18/3/2026).

Wagub Nausrau mengaku, kehadirannya di RSUD Sele Be Solu untuk kegiatan lain namun meluangkan waktu untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi aspirasi gabungan organisasi profesi nakes tersebut.

Pertama, terkait langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

“Pada hari Selasa siang, Bapak Gubernur mengumpulkan unsur Forkopimda, termasuk TNI, Polri, dan Ketua DPR dalam sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Korem dari pukul 12.00 hingga 14.30 WIT,”  ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, lajut Wagub, membahas situasi yang terjadi di Kabupaten Tambrauw.

Dalam rapat itu, juga melibatkan Bupati Tambrauw, Kapolres, dan Dandim yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting, guna membahas secara menyeluruh kejadian yang terjadi serta langkah-langkah yang akan diambil oleh Pemerintah Provinsi.

“Kami sangat prihatin karena dalam kurun waktu satu pekan, telah terjadi dua peristiwa tragis di lokasi yang sama. Peristiwa pertama adalah pembunuhan terhadap seorang pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tambrauw. Kemudian, pada tanggal 16 Maret, kembali terjadi peristiwa serupa yang menimpa dua orang  dengan cara yang sangat tragis,” imbuhnya.

Wagub mengaku jika dirinya sempat berada di Tambrauw dalam rangka kegiatan pemerintahan di Sausapor, bersama Sekda, Dandim, dan Kapolres.

“Saat itu, saya sempat menanyakan perkembangan situasi di lokasi kejadian. Namun, informasi terkait kejadian terbaru baru saya terima setelah tiba di Sorong, sekitar siang hari,” bebernya.

Berikutnya, langkah-langkah yang telah dan sedang dilakukan diantaranya yaitu Gubernur Elisa Kambu bersama jajaran Forkopimda Provinsi telah berangkat ke Tambrauw dan tiba sekitar pukul 09.00 WIT pagi tadi.

Di sana, akan dilakukan pertemuan dengan Pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat untuk mendalami apa yang sebenarnya terjadi serta merumuskan langkah penanganan.

Selain itu, Polda PBD juga telah mengirimkan Satuan Brimob ke lokasi untuk mensterilkan tempat kejadian perkara serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Hingga saat ini, motif dari peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan. Namun, jika melihat pola luka yang dialami korban, baik pada kejadian tanggal 9 Maret lalu maupun 16 Maret, terdapat kemiripan yang mengarah pada dugaan pelaku yang sama.

Meski demikian, hal tersebut masih menunggu hasil resmi dari penyelidikan pihak kepolisian.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk tetap tenang, bersabar, dan mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian. Harapan kita bersama, para pelaku segera ditangkap agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas, khususnya di Kabupaten Tambrauw dan Papua Barat Daya pada umumnya,” harapnya.

Wagub juga memahami dan menyadari bahwa peristiwa ini menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran, terutama bagi tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta ASN yang bertugas melayani masyarakat di wilayah tersebut. Kondisi ini tentu berdampak pada pelayanan publik.

“Oleh karena itu, kehadiran Bapak Gubernur dan jajaran di Tambrauw juga bertujuan untuk berdialog dengan tokoh masyarakat guna mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” lanjutnya.

Pemprov PBD menegaskan bahwa tindakan kriminal seperti ini harus segera dihentikan dan tidak boleh berlanjut, karena berdampak serius terhadap stabilitas keamanan daerah.

Selanjutnya, Wagub secara khusus menyoroti dan mendorong perlunya penguatan aspek keamanan. Apalagi saat ini, di Kabupaten Tambrauw baru terdapat dua pos TNI, sementara wilayahnya cukup luas.

“Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan Kodam, Korem, dan Polda untuk menambah serta menempatkan personel keamanan di titik-titik rawan, guna memastikan keselamatan ASN, nakes juga masyarakat yang beraktivitas setiap hari,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan situasi keamanan dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman.

KENN

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *