Sejumlah fraksi di DPR RI menyatakan mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau kembali gaji pejabat negara, termasuk anggota kabinet dan DPR, sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
Ketua Fraksi Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan kesiapan anggotanya untuk menyesuaikan gaji bila kondisi negara menuntut. Ia menekankan pentingnya kesadaran pejabat terhadap situasi ekonomi global.
“Kami siap menyesuaikan gaji jika situasi menuntut, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi negara,” ujar Sarmuji, Senin (16/3/2026).
Sekretaris Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, menekankan bahwa penghematan anggaran, termasuk pengurangan gaji, harus melalui kajian matang agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kinerja pemerintahan.
“Pengurangan gaji perlu diperhitungkan secara cermat agar tidak menimbulkan masalah baru,” kata Sahroni.
Sikap serupa diungkapkan Eddy Soeparno, anggota Komisi XII dari Fraksi PAN. Ia menegaskan bahwa DPR akan mendukung langkah Presiden selama tujuan utamanya adalah kesejahteraan rakyat.
“Kebijakan ini sejalan dengan kepentingan rakyat, dan kami siap mendukung implementasinya,” ujar Eddy.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong efisiensi penggunaan BBM dan mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) sebagai langkah antisipasi krisis. Ia mencontohkan praktik penghematan di beberapa negara, termasuk pengurangan gaji pejabat, pembatasan kendaraan dinas, serta pengaturan hari kerja dan penggunaan fasilitas kantor.
Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mengambil kebijakan penghematan yang tepat, tanpa mengorbankan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

















