Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Umum

Ratusan Umat Hindu di Ambon Gelar Upacara Melasti Sambut Nyepi 2026

×

Ratusan Umat Hindu di Ambon Gelar Upacara Melasti Sambut Nyepi 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ambon – Ratusan Umat Hindu di Ambon menggelar upacara Melasti di kawasan Pantai Halong, Kota Ambon, Minggu (15/3/2026).

Upacara tersebut dimaksudkan untuk menyucikan diri dari segala perbuatan buruk, membersihkan alam dari energi negative dan memohon kepada Tuhan untuk diberikan keselamatan serta kesejahteraan dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 mendatang.

Example 300x600

Saat upacara Melasti tersebut dilakukan persembahyangan yang dipimpin Jro gede Wayan Pasek.

Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”.

Melasti atau melis merupakan salah satu upacara yang dilaksanakan di tepi laut atau danau  dan bertujuan untuk Nganyudang Malaning Gumi Ngamet Tirta Amerta yang berarti menghanyutkan kotoran alam dengan menggunakan air kehidupan.

Dalam pandangan Hindu, laut diyakini sebagai salah satu tempat yang memiliki energi positif dari alam dan dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan makhluk hidup.

Umat Hindu sangat meyakini upacara yang tengah dilaksanakan akan dapat memberikan dampak positif terhadap alam semesta. Vibrasi yang ditimbulkan dari upacara melasti diyakini akan mampu menyucikan bhuana agung dan bhuana alit.

Keyakinan ini dilatar belakangi oleh penggunaan air laut atau air danau sebagai media tirta (air suci). Tirta tersebut merupakan simbolisasi dari tirta amerta, yang memiliki manfaat untuk melenyapkan kekotoran batin serta menetralisasi energi negatif dari alam.

Ratusan Umat Hindu di Ambon Upacara Melans2Dari sudut pandang teologi, upacara melasti dinyatakan sebagai salah satu wujud dari ritual sakral yang berupaya membangun, memanfaatkan, dan mengolah kehidupan spiritual demi kesejahteraan. Kehidupan sosial dan spiritual haruslah seimbang agar mampu mengantarkan pada kesejahteraan.

Sisi sosial dan eksistensi lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upacara melasti. Aspek tersebut berkorelasi dalam saling menciptakan keseimbangan hidup secara lahir dan batin.

Masyarakat juga biasanya membawa simbol suci keagamaan seperti arca, barong, rangda, dan sebagainya ke pinggir laut ataupun danau. Hal itu merupakan visualisasi dari keberadaan para dewa yang mengambil tirta amerta.

Setelah para dewa memperoleh tirta amerta, dengan kemurahan hati, diharapkan dianugerahkan kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi umat manusia. Sebab, kebahagiaan yang memuaskan batin akan dapat diperoleh manusia hanya melalui anugerah dari Tuhan.

Keyakinan semacam inilah yang mengonstruksi dan menjaga eksistensi sistem religi Hindu. Menginspirasi berkembangnya kebudayaan dan menjaga spirit keagamaan dari zaman ke zaman.

Upacara melasti adalah salah satu bentuk aktualisasi dari ajaran Hindu. Umat Hindu dari berbagai usia mengikuti upacara melasti dengan penuh keyakinan. Terpancar kebahagiaan dari wajah umat ketika mengikuti upacara melasti.

Kesemarakan dari upacara melasti memiliki makna tersendiri bagi umat Hindu. Terdapat kerinduan dalam diri untuk melaksanakan upacara melasti tersebut sehingga ketika upacara melasti dilaksanakan umat Hindu mengikuti prosesnya dengan penuh antusias.

Hal ini merupakan bentuk konkret dari kecintaan umat Hindu terhadap tradisi keagamaan yang dimilikinya.

Antusiasme semacam ini harus selalu dipupuk dan diarahkan secara tepat agar pelaksanaan upacara keagamaan mendatangkan manfaat bagi alam semesta.

JFL

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *