GEMPA tektonik berkekuatan M4,2 yang terjadi pada 15 Maret 2026 pukul 00.36.13 WIB di wilayah Sukabumi merupakan gempa dangkal dengan kedalaman hiposenter sekitar 10 km.
Episenter gempa terletak pada koordinat 6,97° LS dan 106,98° BT. Karakteristik kedalaman yang dangkal serta lokasi episenter menunjukkan bahwa gempa ini berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di daratan Jawa Barat bagian selatan.
Dalam referensi lama Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional tahun 2017, aktivitas gempa di kawasan tersebut dikaitkan dengan Sesar Cimandiri Segmen Nyalindung–Cibeber.
Sesar Cimandiri dikenal sebagai salah satu sesar aktif utama di Jawa Barat yang membentang dari kawasan Teluk Pelabuhanratu hingga wilayah Padalarang dan Rajamandala, serta memiliki sejarah aktivitas kegempaan yang cukup signifikan.
Segmen Nyalindung–Cibeber merupakan bagian dari sistem Sesar Cimandiri yang menunjukkan aktivitas tektonik berupa pergerakan sesar geser dengan komponen naik.
Aktivitas pada segmen ini berpotensi memicu gempa dangkal berkekuatan kecil hingga menengah yang guncangannya dapat dirasakan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Gempa M4,2 ini menjadi indikasi bahwa dinamika tektonik pada jalur sesar tersebut masih berlangsung aktif.***
*Dr. Daryono*, anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN)

















