Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlunya perang melawan sampah. Ia menginstruksikan kepada para menteri dan pejabat lainnya untuk secara rutin membersihkan sampah di lingkungan sekitar sebelum memulai aktivitas kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada hari Senin (2/2).
Prabowo menekankan bahwa masalah sampah yang dihadapi oleh Indonesia saat ini sangat mendesak. Ia menyebutkan bahwa sampah merupakan bencana dan sumber penyakit yang perlu segera ditangani.
“Semua menteri, sebelum masuk kantor minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu. Bener ya? Jangan siap-siap saja. Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor, kalau perlu menterinya yang memimpin,” tegas Prabowo kepada para menteri Kabinet Merah Putih.
Selain itu, ia juga memerintahkan pemerintah daerah, termasuk para gubernur dan bupati atau wali kota, untuk secara serius menangani permasalahan sampah di wilayah masing-masing. Prabowo menyarankan agar pemerintah daerah mengadakan kegiatan bersih-bersih yang melibatkan anak-anak sekolah sebagai salah satu upaya untuk mengatasi sampah.
“Kita harus menyatakan perang terhadap sampah, bagaimana bupati wali kota? Ini untuk rakyat kita, sampah itu bencana, sampah itu penyakit, kita akan berjuang saudara-saudara. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata kalau lingkungan kita enggak benar,” lanjutnya.
Prabowo juga meminta kepada para dandim, danrem, hingga kepolisian untuk mengerahkan anggotanya dalam mengatasi masalah sampah ini.
“Kalau gubernur dan bupati tidak bisa saya perintah. Dandim, danrem, saya perintahkan kerahkan anak buahmu, kepolisian kerahkan anak buahmu. Danantara, semua BUMN, ribuan anak buahnya kerahkan, saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN,” kata Prabowo.
Sampah Berserakan di Tempat Wisata Menjadi Perhatian
Prabowo menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Korea Selatan. Ia mengungkapkan bahwa para menteri Korea yang datang ke Bali mengamati kondisi pulau tersebut yang sangat kotor. Menyikapi hal ini, Prabowo menegaskan bahwa masalah sampah perlu segera ditangani.
“Saya di Korea ketemu tokoh menteri, jenderal, kadang tentara dimanapun dia ngomong apa adanya. Dia bilang, Bali so dirty now, saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama,” tegas Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya perhatian terhadap kebersihan Bali. Ia meminta agar para gubernur dan bupati di Bali menyadari situasi ini.
“Ini maaf ya, gubernur bupati dari Bali, ini real loh Bali Desember 2025. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah,” pungkasnya.
Dengan pernyataan tersebut, Prabowo berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah kebersihan demi masa depan pariwisata Bali yang lebih baik.

















