Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Heboh Keracunan Massal di Grobogan. Korban Hampir 500 Orang, RSUD Overload, Polisi Pasang Garis Kuning

×

Heboh Keracunan Massal di Grobogan. Korban Hampir 500 Orang, RSUD Overload, Polisi Pasang Garis Kuning

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kasus dugaan keracunan massal yang sangat memprihatinkan kembali menghebohkan warga Kabupaten Grobogan pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Insiden ini mengakibatkan ratusan siswa harus dilarikan ke rumah sakit karena fasilitas Puskesmas di Kecamatan Gubug sudah tidak mampu menampung.

Example 300x600

Kondisi darurat mulai terasa sejak pagi hari saat gelombang pasien dengan gejala klinis yang sama mulai memadati ruang IGD di sejumlah rumah sakit.

Para korban dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius setelah menyantap menu MBG yang dibagikan secara luas pada hari Jumat, 9 Januari 2026.

Dinas Kesehatan segera melakukan langkah darurat setelah banyak laporan siswa dari berbagai sekolah di wilayah Gubug absen karena sakit serentak.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat melakukan sterilisasi dengan memasang garis polisi di lokasi yang diduga menjadi sumber utama pengolahan menu.

Dugaan kuat mengarah pada paket makanan dari program MBG yang didistribusikan kepada para pelajar di wilayah Kecamatan Gubug sehari sebelum kejadian.

Suasana memprihatinkan terlihat di RSUD Getas Pendowo Gubug di mana petugas medis terpaksa melayani pasien yang masih berada di dalam kendaraan pribadi.

Pemeriksaan dilakukan di luar ruang UGD lantaran kapasitas tempat tidur di dalam rumah sakit telah penuh sesak oleh ratusan korban yang berdatangan.

Banyaknya jumlah pasien membuat pihak rumah sakit kewalahan hingga sebagian besar korban harus menjalani observasi di area parkir dan dalam mobil.

Muhammad Irfan selaku pembantu Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda Jeketro Gubug memaparkan jika belasan santrinya turut menjadi korban keracunan.

Ia menjelaskan bahwa gejala awal yang dirasakan para santri dan santriwati cenderung serupa yaitu rasa mual yang hebat disertai dengan muntah-muntah.

“Kita ada 15 santri yang sakit dengan gejala sama. Mereka sakit perut mual dan muntah usai menyantap nasi kuning dengan telur dadar gulung iris serta beberapa menu lain,” jelasnya.

Setelah melihat kondisi fisik yang terus melemah, pihak pengelola ponpes langsung membawa para santri tersebut menuju ke Puskesmas terdekat di Gubug.

Namun karena keterbatasan daya tampung, pihak puskesmas kemudian merujuk para santri ke RSUD Getas Pendowo hingga ke RSUD pusat yang ada di Purwodadi.

Saat ini tercatat ada lima santri yang harus dirujuk ke RSUD dr R Soejati Purwodadi karena kondisi rumah sakit di wilayah Gubug mengalami kelebihan pasien.

Keputusan merujuk pasien ke pusat kota diambil demi memastikan seluruh korban keracunan massal mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.

Camat Gubug, Bambang Supriyadi, menyebutkan bahwa pihak kecamatan telah menerima laporan resmi terkait lonjakan drastis angka izin sakit para siswa.

Berdasarkan data dari Korwil Pendidikan setempat, jumlah total korban sementara diperkirakan mencapai 460 orang yang terdiri dari siswa serta guru.

Lembaga pendidikan yang terdampak meliputi SDN Trisari, SDN Glapan, SDN Penadaran, hingga ratusan pelajar dari SMP dan SMK Miftahul Huda di Gubug.

“Penyebab sementara diduga keracunan massal MBG yang dibagikan Jumat dari SPPG Kuwaron,” terang Bambang Supriyadi saat memberikan keterangan resmi.

Kepala Dinkes Grobogan, dr Djatmiko, mengonfirmasi bahwa tim medis telah dikerahkan ke lapangan untuk mengambil sampel makanan guna pengujian lab.

Laporan awal diterima dari Puskesmas Gubug 1 dan 2 yang mendeteksi adanya pola sakit mendadak pada ratusan anak sekolah di waktu yang hampir bersamaan.

“Kami menerima informasi siswa dari beberapa sekolah tidak masuk karena keluhan kesehatan,” ujar dr Djatmiko saat dikonfirmasi oleh awak media lokal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian belum memberikan pernyataan tertulis mengenai status hukum dari pihak penyedia makanan atau katering.

Namun satu dari dua dapur umum yang berada di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, saat ini sudah dijaga ketat dan dipasang garis kuning oleh petugas.

Penyegelan ini dilakukan untuk mengamankan barang bukti serta mempermudah proses investigasi terkait standar kebersihan pengolahan menu MBG tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap gejala lanjutan yang mungkin muncul pada anggota keluarga yang mengonsumsi makanan itu.

Evaluasi menyeluruh terhadap program pemberian makanan bagi siswa kini menjadi tuntutan utama dari para orang tua murid di wilayah Kabupaten Grobogan.

Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan kondisi pasien di rumah sakit agar peristiwa keracunan massal ini tidak menimbulkan korban jiwa fatal.***

Example 300250
Example 120x600