Sebanyak 322 Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Uji Kompetensi (UKOM) Re-Sertifikasi yang digelar oleh Kolegium Kesehatan Lingkungan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) pada Selasa, 16 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan penjaminan mutu TSL, sekaligus memastikan kompetensi tetap terjaga sesuai perkembangan ilmu dan regulasi terbaru.
Pelaksanaan UKOM Re-Sertifikasi TSL dilakukan secara Computer Based Test (CBT), tersebar di delapan lokasi – tempat uji kompetensi (TUK), serta dipantau langsung melalui Zoom Meeting oleh Ketua Kolegium Kesehatan Lingkungan Prof. Dr. Sri Indra Trigunarso, S.K.M., M.Kes, Ketua Konsil Tenaga Kesehatan Lingkungan Dr. Andiyatu, S.K.M., M.Si, *Ketua Panitia Penyelenggara* Johny Sumbung, S.K.M., M.Kes beserta panitia pada Command Center UKOM Re-Sertifikasi bertempat di Poltekkes Kemenkes Jakarta II.
Peserta yang mengikuti UKOM Re-Sertifikasi hadir di 8 TUK, yakni di Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Yogyakarta, Bandung, Makassar, Banjarmasin, Pontianak, Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Dari seluruh lokasi TUK, Poltekkes Banjarmasin mencatat jumlah peserta terbanyak, yakni 129 orang.
Ketua Kolegium Kesehatan Lingkungan menegaskan bahwa kegiatan ini berjalan tertib, aman, dan lancar, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan pedoman pelaksanaan uji kompetensi. “Re-sertifikasi ini bukan sekadar ujian, tetapi komitmen bersama untuk menjaga kualitas TSL yang berperan penting dalam melindungi masyarakat dari berbagai risiko kesehatan yang bersumber lingkungan,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya UKOM Re-Sertifikasi ini, diharapkan TSL semakin siap menghadapi tantangan baru, mulai dari pengendalian faktor risiko bersumber lingkungan hingga penerapan teknologi inovatif dalam dalam rangka pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

















