Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Pasar AS Tertutup, Indonesia Perlu Pasar Baru

NavigasiNews – Pemerintah Indonesia diminta bertindak cepat mengantisipasi apa yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Sebab sudah ada dua perubahan yang terjadi di Negeri Adi Daya itu, yakni penurunan pertumbuhan ekonomi dan keputusan kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Pengamat Ekonomi David Sumual menuturkan, penurunan ekonomi AS diluar perkiraan semua orang, tentu pengaruhnya pada kegiatan ekspor Indonesia. Apalagi orientasi AS jadi lebih mementingkan sourcing row material yang ada di dalam negeri.

“Ini artinya membuka peluang kita untuk mencari pasar ke negara lain. Dikuatkan dengan keputusan Trump yang tidak mengikutkan AS di dalam TPP,” jelasnya.

Meskipun pasar AS besar, bukan tidak mungkin untuk mencari celah pasar baru. Seperti Kanana, Amerika Latin, Eropa Utara, atau pasar potensial lainnya.

“Perlu penetrasi lebih, supaya pertumbuhan ekpor tidak kembali negatif karena salah satu pasar ekpor (AS) turun. Memang agak sulit tapi harus di garap atau dicari celahnya,”tuturnya.

Sekedar informasi, Amerika Serikat resmi keluar dari negosiasi Kerjasama Lintas Pasifik (TPP). Keputusan ini menjadi kebijakan pertama yang ditandatangani Presiden Donald John Trump dalam 100 hari pertama kepemimpinannya.

Be the first to comment on "Pasar AS Tertutup, Indonesia Perlu Pasar Baru"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*