Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Pengusaha Ritel Khawatir Kebijakan Proteksionisme Trump

NavigasiNews – Para pengusaha ritel mengkhawatirkan sikap proteksionis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal perdagangan.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey menjelaskan, produk yang selama ini masuk ke AS bisa juga akan menyerang negara-negara lain termasuk Indonesia. Sebab, negara-negara yang biasa mengekspor ke AS, seperti China harus mencari negara pengganti jika betul Trump akan menerapkan kebijakan proteksi atau ‘America First’.

“Tantangan yang utama datang dari global, kita mengetahui AS dengan Trumpconomic itu yang sedikit banyaknya pengaruh ke Indonesia,” kata Roy di Jakarta, Minggu (29/1/2017).

Oleh karena itu, Roy berharap pemerintah mampu memajukan perdagangan domestik dengan menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing produk Indonesia. Sebagai antisipasi ketidakpastian global, pemerintah bisa menguatkan perdagangan domestik dari maraknya produk-produk asing yang masuk ke Indonesia.

“Tentu perlu diproteksi brand lokal dan dimajukan sehingga brand Indonesia sudah bisa kuat tidak hanya di lokal tapi juga di luar, caranya diberlakukan bagi brand luar untuk membawa brand lokal ke nagaranya, ini kan bagaimana penguatan perdagangan pemerintah suapa berimbang,” ungkapnya.

Hal lain yang dikhawatirkan adalah rencana kenaikan suku bunga The Fed yang akan dinaikan sebanyak 2-3 kali. Tentunya juga akan memiliki dampak terhadap sektor ritel.

“Dengan kenaikan itu, dolar balik kampung dan itu akan membuat kelangkaan dolar sehingga currency termasuk Indonesia perlu berhati-hati dalam menjaga kualitas dolar di dalam negeri, sehingga tidak terpuruk,” tambahnya.

Sementara dari dalam negeri, tantangan yang harus dilewati adalah kondisi perpolitikan dalam negeri juga menjadi tantangan bagi pelaku ritel nasional. Seperti pelaksanaan Pilkada serentak dalam waktu dekat. Atas hal-hal tersebut sektor ritel diproyeksi untuk tumbuh sekitar 10-12% pada 2017.

“Tahun ini hampir 105 provinsi yang melakukan pilkada, tentunya masing-masing kepala daerah sebelum terpilih diwarnai macam-macam hal seperti demo sehingga menahan transaksi konsumen, setelah terpilih ada penyesuaian dari gubernur terpilih untuk menggerakan ekonomi daerah, makanya perda menjadi tantangan peritel, kebijakan mendukung tentunya itu tidak akan masalah, kalau aturan baru menjadi hambatan itu kendala,” jelasnya.

“Kalau kaitannya politik bagaimana pemerintah mengayomi masyarakat artinya setiap yang mencederai harus dituntaskan, karena Indonesia harus bertumbuh dan berkembang perekonomiannya,” tegas Roy.

Be the first to comment on "Pengusaha Ritel Khawatir Kebijakan Proteksionisme Trump"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*