Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Agus Cium Aroma Politik di Balik Dugaan Korupsi Mpok Sylvi

Kandidat Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono

Navigasinews.com – Sylviana Murni akan dipanggil Bareskrim untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemprov DKI Jakarta di Kwarda Gerakan Pramuka DKI tahun anggaran 2014-2015. Pasangan Sylviana di pilgub DKI 2017, Agus Yudhoyono, mengaku kecewa.

“Iya (kecewa), inilah, memang sangat sayangkan. Ini kok aroma politik terlalu tingi. Ini mencari-cari sesuatu yang tidak ada. Saya meyakini betul. Saya sudah berbicara dengan Mpok Sylvi, tidak ada praktik yang melanggar aturan dan kewenangan,” kata Agus di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, Kamis (19/1/2017).

Agus menuturkan, dia sempat menanyakan langsung ke Sylvi tentang praktik-praktik penyelewengan anggaran, saat Sylvi menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dan menjabat sebagai Kwartir Daerah Pramuka DKI Jakarta periode 2013-2018.

Tetapi, menurut Agus, Sylvi mengaku tidak pernah melakukan penyelewengan anggaran apapun.

“Dengan tegas, beliau menyampaikan tidak ada hal itu semua berdasarkan undang-undang. Semua itu dilakukan dengan transparansi akuntabilitas, bahkan dengan auditnya menggunakan akuntan publik. Jadi, tentu kami menyayangkan ada upaya-upaya dari pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan, memojokkan, mendegradasi kami, saya dan Mpok Sylvi paslon nomor 1 di Pilgub DKI Jakarta ini, dengan seolah-olah menimbulkan, atau mencari kesalahan yang tidak terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Agus, sebagai warga negara yang baik, Sylvi akan mengikuti, menghormati proses yang diminta pihak Kepolisian. “Kami meyakini, saya tahu persis kapasitas beliau dan saya menganggap ini sebagai upaya pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan, terutama di masa puncak kampanye pilgub Jakarta ini,” ujarnya.

Silviana akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta tahun 2014-2015.

Penyelidikan perkara bantuan sosial itu berdasarkan surat penyelidikan Nomor: Sprin.lidik/04/I/2017/Tipidkor tanggal 6 Januari 2017. Serta, adanya Laporan Informasi Nomor: LI/46/XI/2016/Tipidkor tanggal 24 November 2016.

Waktu itu, Silviana Murni menjabat sebagai Kwartir Daerah Pramuka DKI Jakarta periode 2013-2018, yang dilantik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (saat itu).

Selain perkara itu, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan terkait pembangunan masjid Al-Fauz kantor Wali Kota Jakarta Pusat, tahun 2010-2011. Saat itu, Silviana Murni menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, periode 2008 hingga 2010. Setelah itu, digantikan Saefullah 2010-2014.

Be the first to comment on "Agus Cium Aroma Politik di Balik Dugaan Korupsi Mpok Sylvi"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*