Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Batas Bunga Deposito Antar Bank Akan Dipangkas

NavigasiNews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memangkas batas atas suku bunga deposito antar bank. Gap antara bank BUKU III dan BUKU IV kini terpaut 25 basis poin (bps).

Selisih bunga deposito untuk bank BUKU III maksimal 100 bps di atas Bank Indonesia (BI) seven days repo rate, sedangkan untuk bank BUKU IV maksimal 75 bps di atas BI seven days repo rate .

”Sementara ini belum kita punya rencana untuk mencabut aturan capping (batas atas). Tapi yang akan kita lakukan adalah melihat apakah gap 25 bps itu bisa dikecilkan atau tidak,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon dalam jumpa pers di Jakarta kemarin.

Saat ini OJK tengah mengkaji besaran pemangkasan tersebut. ”Ya bisa dikecilkan. Angkanya masih bisa jadi 15 bps atau 10 bps. Jadi, sekarang untuk BUKU IV itu 75 bps, buku III itu 100 bps. Nah yang baru nanti gap di antaranya ada 25 bps selisihnya. Ini yang kemungkinan kita lihat gap-nya bisa 85, 80 atau 90 bps. Nanti kita pelajari dulu,” ungkap Nelson.

Terkait adanya potensi pengetatan likuiditas tahun ini akibat kebijakan Amerika Serikat (AS), Nelson sendiri belum bisa memastikan. Prediksi ini hanya didasari oleh kebijakan proteksionisme yang akan diambil oleh Presiden terpilih AS, Donald Trump, serta kenaikan suku bunga The Fed.”Sebenarnya dibilang ketat itu baru dari satu dasar informasi bahwa Fed akan naikkan lagi dan AS akan lakukan proteksi pasar, tapi belum tahu benar tidaknya itu, karena belum dilantik,” tuturnya.

Sekadar informasi, kebijakan capping bunga deposito dilatarbelakangi oleh fenomena perang suku bunga antar bank untuk memperoleh pendanaan di tengah ketatnya likuiditas karena arus dana keluar pada awal tahun 2016. Nelson mengatakan, penurunan jarak capping bunga deposito tidak akan membuat perang suku bunga deposito antar bank. Hal ini dikarenakan penerapan capping bunga deposito masih dijalankan di bank.

Selain itu, kondisi likuiditas perbankan saat ini juga dipandang masih aman. Perang suku bunga bank-bank besar tersebut membuat biaya dana perbankan tidak terkendali sehingga membuat suku bunga kredit meningkat, bahkan sulit turun ke single digit dari posisi saat ini yang di atas dua digit. Sebelumnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat adanya tren kenaikan suku bunga simpanan perbankan di akhir tahun 2016.

LPS mengkhawatirkan, target pertumbuhan kredit perbankan di 2017 akan mengerek suku bunga simpanan (time deposit) ke level atas setelah sebelumnya mengalami penurunan. Likuiditas perbankan masuk dalam risiko perekonomian dan stabilitas sistem keuangan (SSK) yang akan dihadapi pada tahun 2017. Rasio likuiditas perbankan atau LDR diperkirakan mengalami pengetatan.

Sementara, rencana ekspansi kredit 2017 diperkirakan di level 10-12% akan membutuhkan dukungan dana masyarakat atau DPK. Di akhir tahun 2016 tercatat tren kenaikan suku bunga simpanan yang jarang terjadi, baik untuk rupiah ataupun valas.

”Ada tren kenaikan tingkat bunga simpanan khususnya time deposit , baik rupiah dan valas. Mulai akhir tahun ini baru terjadi sedangkan di periode ini biasanya menurun. Peningkatannya di tingkat bunga maksimal, untuk rupiah naik 4 basis poin dan valas naik 16 basis poin. Valas wajar naik akibat merespons kenaikan suku bunga di AS,” ujar Direktur Eksekutif Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS Didik Madiyono beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, kenaikan suku bunga simpanan khususnya terlihat di bank besar atau BUKU 3 dan 4. Sedangkan, bank BUKU 1 dan 2 belum terlalu agresif namun juga tidak terlepas dari masalah likuiditas. ”Perkembangan sejumlah faktor risiko eksternal perlu dicermati karena dapat berpengaruh bagi kondisi likuiditas,” ujarnya.

Be the first to comment on "Batas Bunga Deposito Antar Bank Akan Dipangkas"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*