Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Libur Akhir Tahun? Yuk Nikmai Sunrise Tahun Baru di Gili Trawangan

Senja di Gili Trawangan

“Libur telah tiba, libur telah tiba, hatiku gembira…”.

Navigasinews – Demikianlah penggalan lirik lagu “Libur Telah Tiba” yang dinyanyikan penyanyi cilik Tasya dan sempat populer di awal tahun 2000-an. Libur memang telah tiba. Tepatnya, libur panjang akhir tahun merayakan Natal dan Tahun Baru 2017.

Tentu, liburan panjang ini tidak boleh begitu saja terlewatkan dengan aktifitas-aktifitas yang kurang berkesan. Terutama menyambut tahun baru, tidak tepat rasanya kalau menghabiskan waktu dengan berdiam di rumah saja.

Bagaimana kalau menikmati tahun baru bersama keluarga, teman atau kekasih dengan pergi ke pantai dan menyaksikan sunrise atau matahari terbit pertama di awal tahun 2017, seru bukan? Pantai yang tepat mungkin adalah Pantai di Gili Trawangan, Lombok.

Gili adalah sebutan bagi daratan kecil atau pulau kecil di tengah luasnya lautan. Di Lombok, terkenal tiga Gili yang menyajikan kenikmatan alam bagi wisatawan yang berkunjung. Tiga Gili tersebut adalah Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Dari ketiga Gili tersebut, Gili Trawangan adalah yang terbesar.

Terletak di barat laut pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gili Trawangan menyuguhkan wisata bahari dengan lanskap pantai yang eksotik. Panjang pulau ini hanya sekitar 3KM dengan lebar sekitar 2KM saja. Untuk mengelilingi pulau ini hanya dibutuhkan waktu kira-kira dua jam.

Kabarnya, di tahun 2011 lalu, Lonely Planet Best pernah merilis sebuah buku panduan perjalanan dan memasukkan nama Gili Trawangan sebagai salah satu dari “TOP 10 Region” paling recommended di dunia untuk dikunjungi wisatawan.

Benar saja, pasir-pasir seputih salju di pantai dengan airberwarna biru yang tembus pandang hingga dasarnya, dan terumbu karang serta ragam biota lainnya adalah suguhan apik yang memanjakan wisatawan manapun yang berkunjung.

Snorkling di Gili Trawangan adalah satu dari sekian banyak aktifitas yang dapat dilakukan. Ketika menyelam, ragam terumbu karang dan biota laut lainnya menambah kesan eksotis destinasi wisata yang satu ini.
Terlebih, nikmatnya menghirup udara segar di Gili Trawangan. Udara segara tidaklah langka seperti di kota-kota besar. Hal ini dikarenakan tidak ada polusi udara kendaraan baik mobil maupun sepeda motor karena memang dilarang.

Sarana transportasi di Gili Trawangan adalah Cidomo (serupa dengan Delman) yang banyak dijumpai di dermaga dan sepeda yang disewakan oleh hotel atau homestay setempat dengan tarif sekitar Rp50 ribu per 24 jam.

Selain menikmati pasir putih, birunya laut dan semerbak udara segar, dari pinggir pantai, pada saat cuaca cerah pengunjung akan lebih dimanjakan dengan pemandagan megah Gunung Rinjani dan Gunung Agung yang terasa begitu dekat.

Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa sampai ke Gili Trawangan? Pertama pengunjung yang melalui transportasi udara harus mendarat di Bandara Internasional Lombok, lalu melanjutkan perjalanan ke Mataram sekitar 36KM dengan durasi waktu sekitar sejam dan tak perlu takut macet.

Kemudian beranjak dari Mataram menuju Pelabuhan Bangsal via Pusuk atau via Pantai Senggigi. Dari Pelabuhan Bangsal, pesan tiket ke Gili Trawangan yang berjarak hanya 3KM dari Pulau Lombok dan berangkat menggunakan kapal kayu atau fastboat. Kalau memilih kapal kayu maka durasi perjalanan memakan waktu 40 menit, sedangkan fastboat hanya sekitar 7 menit.

Tiap bulan ada puluhan ribu pengunjung ke Gili Trawangan. Biasanya adalah wisatawan yang awalnya berwisata ke Bali lalu meneruskan ke Lombok, dan tibalah di Gili Trawangan. Akomodasi dan kuliner terbilang cukup mudah di sini.

Tersedia berbagai macam hotel dan homestay dengan tarif standar hingga mewah. Berbagai cafe dengan ‘menu barat’ dan warung makan yang menyajikan kuliner asli Lombok juga mudah ditemukan.
Secara umum objek wisata di Lombok termasuk salah satunya Gili Trawangan memang menjadi perhatian khusus pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemrov NTB). Apalagi setelah Lombok menyabet beberapa kategori penting di World Halal Tourism Award (WHTA) 2016. Pemprov NTB terbilang serius membangun kawasan wisatanya.

Pemprov NTB bahkan berani menargetkan empat juta wisatawan pada 2018 mendatang. Hal ini pernah diutarakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Muhammad Faozal yang mengatakan, target tersebut merupakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pemprov NTB.

“Kami optimis target akan tercapai mengingat tren kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata NTB terus meningkat setiap tahunnya,” ujar Faozal

Bahkan, Faozal mengungkapkan bahwa di akhir tahun 2016 ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata NTB sudah mencapai 2,9 juta pengunjung dengan 50 persennya adalah wisatawan asing.

Mengenai sunrise awal tahun, pantai di Gili Trawangan memang terbilang tepat. Tak hanya sunrise tapi juga sunset (matahari tenggelam). Hal ini dikarenakan pantai di Gili Trawangan ada yang menghadap ke timur dan barat. Jadi pengunjung bisa menikmati sunrise sekaligus sunset. Apalagi yang spesial tentunya sunrise di hari pertama tahun 2017 nanti.

Duduk di antara hamparan pasir putih, menanti matahari terbit menyambut tahun yang baru. Jadi, jika ingin menikmati libur panjang akhir tahun yang mengesankan, datang saja ke Gili Trawangan dan nikmati keindahan alamnya.

Be the first to comment on "Libur Akhir Tahun? Yuk Nikmai Sunrise Tahun Baru di Gili Trawangan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*