Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Bantuan Sosial Tunai Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

TARAKAN, navigasinews.com – Wali Kota Tarakan Khairul dalam penyampaiannya di acara Talkshaw manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) bersama PT POS Indonesia, HMI Cabang Tarakan dan Tarakan Tv, menyebut BST dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.

Diketahui, jumlah penerima manfaat dalam program BST dari Pemerintah Pusat melalui PT Pos Indonesia adalah sebanyak 10.685 KK. Penerima manfaat mendapatkan uang Rp 600 ribu setiap bulan dari program BST.

“Uang diberikan kepada masyarakat supaya dia belanja, uangnya ditransfer dari pusat supaya menggerakkan ekonomi disini. Orang bisa belanja kebutuhan di tempat dia tinggal, dia bisa menggerakkan warung yang ada disitu, bayangin kalau satu bulan 30 miliar, kalau 3 bulan 90 miliar uang itu bergerak,” jelas Khairul.

Selain itu BST yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, kata Khairul, juga digunakan untuk membantu masyarakat dalam mencukupi biaya hidup. Terlebih kota Tarakan sempat melaksanakan pemberlakuan PSBB.

“Kalau ditanya apakah bermanfaat? Ya bermanfaat lah. Paling tidak bantuan sosial ini untuk menyambung hidup, karena waktu PSBB aktivitas kita batasi. Termasuk aktivitas ekonomi,” imbuh Khairul

Pemerintah kota Tarakan juga melakukan verifikasi data penerima manfaat, agar tidak terjadi tumpang tindih data untuk menghindari peneriman ganda. Sebab selain BST, terdapat beragam bantuan lainnya baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

“Kalau 47 ribu KK usulan dari RT dan Lurah itu kami akomodir semua, ditambah 23 ribu KK penerima bantuan dari pemerintah pusat, itu jumlahnya hampir 70 ribu KK. Sementara Tarakan ini hanya 79 ribu KK, berarti semua penduduk Tarakan miskin, ini kan aneh,” ujar Khairul.

Verifikasi data dilakukan secara cepat untuk menghindari penerima ganda, agar bantuan dari Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat segera tersalurkan kepada masyarakat.

“Karena itulah verifikasi dilakukan adalah supaya tidak dobel saja, jadi kalau sudah terima dari pusat atau dari provinsi, tidak boleh lagi terima dari kota. Bisa bayangkan kalau kita turun 43 ribu KK ke lapangan cek satu-satu, luar biasa, sampai selesai covid-19 belum tentu kita selesai verifikasi,” pungkas Wali Kota. (red)

Be the first to comment on "Bantuan Sosial Tunai Gerakkan Ekonomi Kerakyatan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*