Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Setelah Somasi, Gusti Lapor Polisi

KECELAKAAN tunggal di Kabupaten Bulungan beberapa waktu yang lalu. (FOTO / Istimewa)

TANJUNG SELOR – Didampingi Kuasa Hukumnya, Jaya Warda dari JW Advocat & Partner, Muhammad Nor Gusti, salah satu korban kecelakaan di Jalan poros Desa Ardimulyo, Tanjung Palas Utara, resmi melaporkan pemilik akun facebook inisial NAYA di Polres Bulungan, Selasa (26/05/2020).

Laporan resmi disampaikan menyusul tidak adanya itikad baik dari pihak NAYA, pasca 2 kali somasi yang sudah dilayangkan. Persoalan bermula dari dugaan penyebaran kabar bohong atau hoax yang ditulis akun NAYA melalui beranda facebook-nya. Nomor whatsApp AM yang diduga orang yang sama dengan pemilik akun FB NAYA juga memposting kabar serupa melalui WhatsApp Grup.

Sebagai pelapor, Muhammad Nor Gusti merasa dirugikan akibat tulisan terlapor pasca insiden kecelakaang tunggal tersebut. Menurut dia, tulisan di Facebook dan akun WhatsApp milik terlapor tidak sesuai dengan peristiwa sebenarnya. Kabar tersebut, lanjut Gusti, dinilai tendensius dan menyudutkan dirinya serta beberapa rekannya yang juga berada dalam satu mobil sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dua kali somasi yang dilayangkan tak direspon, Gusti bersama tim kuasa hukumnya akhirnya memutuskan untuk membuat laporan resmi di Mapolres Bulungan.

“Kita sudah take down pemilik akun untuk melakukan perubahan, agar memberikan klarifikasi terkait unggahan tersebut. Bahkan kita berikan surat somasi resmi dua kali. Namun, tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan, sehingga hari ini kita laporkan ke polisi,” terang Jaya Wardana, kuasa hukum Gusti saat dijumpai di Mapolres Bulungan.

“Iya (laporan tersebut) berkaitan dengan unggahan di media sosial. Di mana informasi yang disampaikan tidak benar, bahkan mengandung unsur provokatif yang sangat merugikan klien kami,” lanjutnya.

Jaya membeberkan, dalam laporan tersebut dirinya membawa beberapa alat bukti,  diantaranya screenshot postingan dari akun facebook NAYA dan pemilik akun WhatsApp AM.

“Untuk detailnya nanti kita sampaikan ke polisi. Termasuk adanya tuduhan penggunaan kendaraan dinas untuk ke arah politik, termasuk keterlibatan ASN. Padahal itu sama sekali tidak benar. Sesuai keterangan klien kami, kendaraan tersebut dipakai murni melaksanakan tugas kedinasan,” jelas dia.

Jaya juga menyampaikan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya tindak lanjut perkara ini kepada pihak kepolisian. “Saya percayakan kepada pihak berwajib. Harapan kita, dapat mengungkap kebenaran di balik kejadian ini,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Belnas Pali Padang, melalui Kanit Resmob Ipda Bernard F Siregar mengatakan, terkait laporan yang diadukan masih proses tahap awal pemeriksaan.

“Ya kami telah menerima laporannya. Secara umum, ini terkait dengan berita bohong yang tersebar di media sosial. Saat ini pemeriksaan tahap awal kita lakukan, laporan pun harus kita periksa secara detail,” terangnya.

Sebagai informasi, Muhammad Nor Gusti bersama beberapa rekannya yang merupakan staf Humas Pemprov Kaltara  sedang menjalankan tugas dinas dalam rangka mendokumentasikan kegiatan Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie, dengan adenda meresmikan operasi pasar murah dan penyerahan BLT kepada warga di Kecamatan Sekatak, bersama Komandan Korem (Danrem) Maharajalila/092, Kolonel Inf Suratno. Berlanjut meninjau lokasi pembangunan Jalan Poros Pelabuhan Ancam yang sudah resmi terjadwal.

Sementara, Muhammad Nor Gusti kepada media menuturkan telah menyerahkan resmi persoalan ini kepada JW Advokat. “Saya pegawai jangan sampai dikira saya terlibat politik praktis gara-gara status itu. Bisa dapat sanksi saya nanti. Padahal saya bertugas mendokumentasikan kegiatan resmi gubernur yang telah terjadwal resmi,” jelasnya singkat. (*/nnc)

Be the first to comment on "Setelah Somasi, Gusti Lapor Polisi"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*