Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Diduga Posting Kabar Bohong, Pemilik Akun FB Inisial “NAYA” Bakal Dipolisikan

KECELAKAAN tunggal di Kabupaten Bulungan beberapa waktu yang lalu. (FOTO / Istimewa)

TANJUNG SELOR, navigasinews.com – Beredar postingan di akun Facebook dan WhatsApp mengenai peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jalan Poros Pelabuhan Ancam, Kabupaten Bulungan, Senin (15/5/2020).

Selain memposting tulisan di beranda akun Facebook inisial NAYA, akun WhatsApp inisial AM juga ikut menyebarkan kabar bohong tersebut.

Gusti, salah satu korban kecelakaan menepis berita miring mobil dinas digunakan untuk kegiatan sosialisasi jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub). Ia menegaskan berita yang beredar itu tidak terkonfirmasi kebenarannya.

Dijelaskan Gusti, kegiatan tersebut murni tugas kedinasan dalam rangka mendokumentasikan kegiatan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, untuk meninjau lokasi pembangunan jalan poros pelabuhan Ancam.

“Saya sudah lihat akun Facebooknya dan pesan yang disampaikan oleh orang itu di WhatsApp Group (WAG). Itu semua hoax,” jelas Gusti didampingi kawannya Berky, yang juga ikut dalam mobil naas tersebut.

Atas dasar itu, Gusti berencana melaporkan akun FB NAYA dan akun WhatsApp AM ke Polda Kalimantan Utara. Sebabnya, dua akun itu diduga menyebarkan berita bohong dan pencemaran nama baik.

“Jika dalam 1 x 24 jam tidak ada itikad baik dan permohonan maaf dari yang bersangkutan di semua media massa baik cetak maupun elektronik, akan saya proses secara hukum,” terang Gusti.

Hal serupa juga disampaikan oleh Edy Nugroho, salah satu wartawan yang ikut dalam mobil tersebut. Jelas Edy Nugroho, perjalanan tersebut merupakan tugas mengikuti kegiatan peliputan Gubernur Kaltara di sejumlah titik, salah satunya Pelabuhan Ancam.

Terpisah, Karo Humas dan Protokol Setda Kaltara, Mursid membenarkan jika korban kecelakaan tunggal yang terjadi di poros jalan pelabuhan ancam adalah stafnya. Ia menyebutkan, bahwa stafnya tersebut melakukan tugas kedinasan mendampingi Gubernur meninjau proyek pembangunan.

“Itu kegiatan resmi, dan sudah terjadwal,” tegas dia.

Sebelumnya, Gubernur telah meresmikan operasi pasar murah di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan didampingi Komandan Korem (Danrem) Maharajalila/092, Kolonel Inf Suratno. Setelah itu rombongan baru menuju Pelabuhan Ancam untuk meninjau proyek pembangunan infrastruktur di sana.

“Jadi tidak benar jika staf saya melakukan Sosialisasi pencitraan seperti informasi yang beredar,” jelasnya.

Terkait dengan majalah yang ada di dalam mobil tersebut, Mursid menjelaskan itu adalah majalah rutin yang diterbitkan oleh Humas dan dibagikan secara gratis sebagai ruang informasi kepada masyarakat di Kaltara.

“Itu majalah Focus Kaltara, isinya berita seputar Kaltara yang secara rutin diterbitkan Humas,” jelasnya.

Sementara itu, penasehat hukum, Jaya Wardhana, SH dan Partner mengungkapkan siap mendampingi korban untuk memberikan keterangan di Polda Kaltara. Menurutnya, tuduhan yang disampaikan di media sosial itu tidak berdasar dan hanya berdasarkan asumsi semata.

“Tidak terkonfirmasi, hanya foto dan dugaan saja. Saya siap memberikan pendampingan kepada saksi/korban untuk menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi. Bahwasanya segala tuduhan itu tidak berdasar, hanya berasumsi dari foto saja,” kata Jaya.

Melalui pesannya akun tersebut menyebutkan “isi mobilnya kalender, majalah, koran gambar gubernur. Sepertinya mobil ini habis melakukan sosialisasi pencitraan di tengah pandemi covid 19. Teguran awal dari Tuhan,” begitu isi tulisan tersebut dalam WAG di salah satu media daring Kaltara, Senin (18/5/2020).

Tidak hanya itu, melalui akun facebooknya juga disampaikan demikian. Menurutnya, ini adalah teguran dari tuhan.

“Tragedi Plat Merah, -Teguran Awal. Astaghfirullah, dibulan puasa, mobil menurut informasi adalah kendaraan Humas dan Protokol Pemprov Kaltara, KU 1034 B, terbalik seperti gambar. Di tengah Pandemi Covid 19 mestinya banyak berdiam. Bukan malah melakukan sosialisasi pencitraan. Di gambar terlihat ada majalah, koran kalender sosialisasi jelang pilgub kalimantan utara,” tulisnya dalam akun FB. (*)

Be the first to comment on "Diduga Posting Kabar Bohong, Pemilik Akun FB Inisial “NAYA” Bakal Dipolisikan"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*