Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Neraca Keuangan Fiktif Ganjal Bantuan Bergulir Koperasi & UMKM

Ilustrasi Neraca Keuangan

TANJUNG SELOR, navigasinews.com – 15 pelaku usaha kecil menengah yang terdiri dari koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kalimantan Utara (Kaltara) gagal memperoleh peminjaman dana bergulir senilai total Rp 100 miliar. Dana tersebut diajukan kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop-UMKM) Kaltara Hartono. “Alasannya, tidak ada yang satupun yang lolos tahap verifikasi lapangan,” ujarnya.

Menurut Hartono, para pelaku UMKM dan koperasi tersebut menyajikan laporan neraca keuangan fiktif.

“Rata-rata, neraca keuangannya direkayasa. Dan, hal ini dibuktikan dengan hasil verifikasi tim LPDB-KUMKM di lapangan,” jelas Hartono.

Karena itu Hartono berharap para pelaku UMKM dan koperasi yang ingin memperoleh dana bergulir dapat menyampaikan seluruh persyaratan administrasi yang tertib dan lengkap.

“Utamanya neraca keuangan yang menjadi titik perhatian untuk diverifikasi tim dari LPDB-KUMKM. Jangan sampai ada yang direkayasa, karena pasti akan diketahui oleh tim yang terjun langsung ke lapangan memeriksa keabsahan neraca keuangan itu,” beber Hartono.

Saat ini realisasi peminjaman dana bergulir LPDB-KUMKM masih minim, sehingga menjadi perhatian serius oleh Disperindagkop-UMKM Kaltara. Terlebih kata Hartono, pihaknya saat ini sedang gencar mempromosikan beberapa produk unggulan di Kaltara.

“Pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 di Purwokerto, Jawa Tengah, diingatkan agar pemerintah mendorong promosi produk unggulan daerah masing-masing. Di Kaltara, tentunya banyak UMKM yang memiliki produk unggulan. Dan ini perlu dipromosikan,” ucap Hartono.

Guna memacu kualitas UMKM yang dihasilkan perlu inovasi dan pengembangan produk. Salah satu faktor pendukungnya adalah dengan bantuan permodalan yang memadai.

“Pemprov Kaltara juga mendorong UMKM maupun koperasi untuk memperoleh pinjaman lunak yang disediakan berbagai lembaga. Dalam hal ini, tentu saja salah satunya LPDB-KUMKM,” urai Hartono.

Selain UMKM, koperasi pun tak lepas dari sorotan. Diungkapkan Hartono, dari sekitar 900-an koperasi yang didominasi oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kaltara, hanya 40 persen yang berstatus sehat.

“Selama koperasi itu sehat, tentunya bantuan permodalan pun dapat dengan mudah diperoleh. Tak terkecuali dari LPDB-KUMKM,” papar Hartono.(humas)

Be the first to comment on "Neraca Keuangan Fiktif Ganjal Bantuan Bergulir Koperasi & UMKM"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*