Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Jumlah Penduduk Miskin Kaltara Turun 0,23 Persen

TANJUNG SELOR, navigasinews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil menekan jumlah penduduk miskin. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara hingga Maret 2019, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebsar 810 jiwa atau 0,23 persen.

Pada Maret 2019 tercatat jumlah penduduk miskin di Kaltara sebanyak 48.780 jiwa atau 6,63 persen. Sedangkan data September 2018, jumlah penduduk miskin mencapai 49.590 jiwa atau 6,86 persen.

Menanggapi data tersebut, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie kian optimis jumlah penduduk miskin akan terus berkurang. Pemprov Kaltara juga terus berupaya untuk merealisasikan berbagai program kegiatan yang pro kesejahteraan rakyat melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Pemprov akan tetap berusaha untuk memprioritaskan warga kurang mampu lewat berbagai program kegiatan. Penanganan kemiskinan harus dilakukan terpadu, dengan melibatkan semua pihak terkait,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menegaskan, saat ini tugas terpenting dalam mendukung upaya tersebut adalah pengendalian harga kebutuhan pokok. Sebab menurut rilis BPS sejak September 2018 hingga Maret 2019, terdapat kenaikan pengeluaran per kapita sebesar 4,98 persen. Yakni dari Rp 620.501 per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp 651.416 per kapita per bulan pada Maret 2019.

“Peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). Pada Maret 2019, sumbangan GKM (Garis Kemiskinan Makanan) terhadap garis kemiskinan mencapai 73,42 persen,” urai Irianto.

Adapun komoditi penyumbang garis kemiskinan terbesar pada Maret 2019 antara daerah perkotaan dan perdesaan terdapat perbedaan pola. Lima komoditi terbesar penyumbang GKM di perkotaan adalah beras, rokok filter/kretek, bandeng, telur ayam ras dan gula pasir. Sedangkan penyumbang terbesar di seluruh wilayah, adalah komoditi beras dengan kontribusi sebesar 24,85 persen di perkotaan dan 27,32 persen di perdesaan.

“Pemprov Kaltara melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga pihak terkait lainnya, pasti sudah menyiapkan langkah untuk mengendalikan harga barang ini, utamanya beras. Biasanya ada operasi pasar, pasar murah dan lainnya,” tuturnya.

BPS juga merilis gini rasio Kaltara pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,295. Angka ini turun sebesar 0,009 poin jika dibandingkan dengan September 2018 yang mencapai 0,304. (humas)

Be the first to comment on "Jumlah Penduduk Miskin Kaltara Turun 0,23 Persen"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*