Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara

Rintis Budidaya Pohon di Antutan, Nurbit Raih Kalpataru 2019

PERINTIS LINGKUNGAN : Sekprov Kaltara H Suriansyah mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Nurbit dan istri menghadiri pembukaan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di JCC, Kamis (11/7). ( Foto / Humas Pemprov Kaltara)

JAKARTA, navigasinews.com – Lewat upayanya merintis budidaya pohon tengkawang dan beberapa jenis pohon lainnya, Nurbit warga Dusun Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan berhasil meraih penghargaan prestisius di bidang lingkungan, yakni Kalpataru 2019. Nurbit menjadi salah satu dari 10 penerima penghargaan Kalpataru 2019 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Dampak dari kegiatan tersebut, Nurbit dinilai berhasil melestarikan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya sekaligus memperhatikan keanekaragaman hayati didalamnya,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltara Edi Suharto.

Budidaya yang dilakukan mulai dari proses pembibitan hingga panen, tak lepas dari keterlibatan warga sekitar secara swadaya. Hal ini dinilai mampu menciptakan dampak social dan ekonomi, melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta pendapatan warga.

“Jadi, mulai dari proses pembibitan hingga panen, Nurbit memberdayakan warga sekitar sehingga ada pendapatan yang diperoleh warga yang dipekerjakan,” ungkap Edi.

Luas lahan budidaya yang diinisiasi Nurbit luasnya mencapai total lebih dari 5 hektare. Untuk masa perawatan hingga menjaga pohon, seluruhnya melibatkan peran langsung dari warga Antutan.

Sekaitan dengan penghargaan Kalpataru 2019, dalam prosesnya, Nurbit termasuk dalam 20 nominasi. Pada 25 hingga 26 April lalu dilakukan verifikasi dan validasi lapangan oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Tim dari KLHK sebanyak 2 orang melakukan verifikasi sertifikat dan penghargaan yang menjadi bukti telah dilakukannya upaya pelestarian lingkungan hidup. Adapula wawancara dan validasi lapangan di lokasi kegiatan pelestarian lingkungan hidup dilakukan,” tutur Edi.

Dari hasil verifikasi itu, KLHK menetapkan 10 penerimaan penghargaan Kalpataru 2019 dimana salah satunya, adalah Nurbit dengan kategori perintis lingkungan.

“Dalam kategori perintis lingkungan, Nurbit bersama 4 penerima penghargaan lainnya yang berasal dari Papua Barat, Jawa Timur dan NTT (Nusa Tenggara Timur),” jelas Edi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya Nurbit tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memberikan reward. Di antaranya pembiayaan transportasi dan akomodasi pada acara penerimaan penghargaan Kalpataru 2019.

“Selain itu, Pemprov Kaltara juga mempersiapkan piagam penghargaan dari Gubernur Kaltara,” ungkap Edi.

Sebagai informasi, penghargaan Kalpataru 2019 diserahkan Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya pada pembukaan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (11/7) pagi.

Wapres dalam arahannya menyebutkan ada tiga hal yang menjadi perhatian dunia dan patut diperjuangkan, yaitu lingkungan hidup, demokrasi, dan hak asasi manusia.

“Salah satu contoh dari permasalahan lingkungan hidup adalah banjir dan kekeringan. Banjir dan kekeringan adalah dua hal yang penyebabnya satu, yaitu masalah hutan akibat berkurangnya luas hutan kita,” ucap Wapres Jusuf Kalla dalam acara tersebut.

Untuk itu perlu dilakukan perbaikan lingkungan dan menambah tingkat efektivitas hutan, selain masalah sampah dan limbah.

“Ini adalah merupakan upaya jangka panjang untuk memperbaiki lingkungan,” ungkap Jusuf Kalla.

Wapres juga mengimbau pemerintah daerah dan provinsi untuk melibatkan masyarakat dalam memperbaiki lingkungan dengan mengurangi limbah plastik sebagai upaya jangka panjang dalam memperbaiki lingkungan.

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya dalam sambutannya, mengingatkan agar penerima penghargaan untuk tetap menjaga dan meningkatkan perannya dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. (humas)

Be the first to comment on "Rintis Budidaya Pohon di Antutan, Nurbit Raih Kalpataru 2019"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*