Seorang Dosen Di Kalimantan Utara Membalas Puisi Kontroversi Sukmawati Soekarnoputri

Navigasinews.com – Dengan beredarnya puisi ciptaan Ibu Sukmawati Soekarnoputri yang menjadi kontroversi sejagat raya dan menimbulkan kegaduhan bahkan telah di laporkan ke pihak berwajib.

Membuat seorang Dosen di Universitas Borneo Tarakan menanggapi dan membalas puisi seorang anak dari sang proklamator yaitu Sukmawati Soekarnoputri.

Berikut tanggapan dan balasan puisi seorang Dosen di Kalimantan Utara yaitu Ibu Syarifa Rafiqa.

“Puisi yang dibawakan Sukmawati Soekarnoputri dengan judul “Ibu Indonesia” membuat saya terperanjat dan berfikir kembali apa beliau pernah membaca sejarah? Apa beliau sadar betul makna dari puisinya?

Islam adalah bagian yg tak terpisahkan dengan Indonesia. Kenapa? Baca sejarah!!!

Mencoba membenturkan Islam dan Indonesia tanpa ia sadari bahwa yang terbentur bukan hanya Islam tapi juga Suku bangsa Indonesia.

Pertanyaannya adalah apakah indonesia hanya jawa? Hanya ada kebaya? Hanya ada konde? Dan kidungan?

Kebhinekaan Indonesia kemana?
Indonesia punya ratusan suku bangsa kurang lebih sekitar 1.340 suku bangsa. Bahkan memiliki 17 ribuan pulau walaupun yang terdaftar di PBB masih 13.466 pulau.

Saya berikan contoh salah satu suku di Indonesia, yang selama ini mungkin jarang kita ketahui adalah suku Bima (mbojo). Mereka telah lama menggunakan rimpu. Rimpu adalah cara berbusana masyarakat bima (mbojo) di pulau sumbawa provinsi NTB.

Rimpu merupakan rangkaian pakaian yang menggunakan 2 lembar sarung khas Bima. Rimpu ini adalah pakaian yang diperuntukan bagi perempuan. Rimpu bagi kaum wanita di Bima dibedakan sesuai status. Seorang gadis memakai rimpu mpida yang artinya seluruh anggota badan terselubung kain sarung dan hanya mata yang dibiarkan terbuka.

Sedangkan bagi wanita bersuami memakai rimpu colo yang bagian muka semua terbuka. Semua wanita sudah akil balik diwajibkan memakai rimpu apabila hendak keluar meninggalkan rumah dan keluarganya untuk suatu urusan”.

Salah satu khas suku Bima, Rimpu adalah cara berbusana masyarakat bima (mbojo) di pulau Sumbawa Provinsi NTB.

Balasan Puisi untuk Ibu Sukmawati Soekarnoputri, Aku kirimkan puisi ini untuk beliau si “Ibu Indonesia”

Aku Indonesia

Kalau kau tak tahu sebaiknya diam
Yang kau tahu hanyalah konde
Bukankah Indonesiaku negeri yang kaya

Lebih kaya dari yang kau tahu
Maka diamlah tutup mulutmu

Lihatlah aku Indonesia
Aku tahu ribuan suku bangsa
Aku tahu belasan ribu pulau Indonesia
Supaya kau tahu dan bukan sok tahu

Kebhinekaan bangsaku
Jika kau ingin tahu maka datanglah
Kuucapkan selamat datang di bumi nusantara Indonesia tercinta

Kidung konon lebih indah dari adzan
Saat Indonesia merebut kemerdekaannya
Bukankah pembakar semangat pejuang adalah Takbir

Pandanglah Indonesia
Saat pandangan melemahkan fikiranmu
Supaya kau dapat mengetahui kebhinekaan Indonesia sebagai perekat bangsa dan negaramu

Sejak dahulu, riwayat bangsaku
Salam hormatku kepada Indonesia dan bangsanya yang beradab

Syarifa Rafiqa M.Pd

(Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan)

2 Comments on "Seorang Dosen Di Kalimantan Utara Membalas Puisi Kontroversi Sukmawati Soekarnoputri"

  1. MasyaAllah.. Inilah salah satu sikap pembelaan terhadap islam. Semangat membara yang ikut saya rasakan ketika membaca balasan puisi Ibu ini. Terimakasih sudah menjadi Kajur yang patut di teladani.

  2. Trimkasih sudah mewakili perasaan marah kami..salam dri kmi yg hnya tidk pintar merangkai kata dan tau.a hnya marah…

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*